Abstrak


Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Emisi CO2


Oleh :
Dita Ariani - F0121082 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Memahami hubungan antara kebijakan moneter dan emisi CO2 merupakan langkah penting dalam upaya mencapai target pengurangan emisi. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kebijakan moneter terhadap emisi CO2 menggunakan metodologi Global Vector AutoRegressive (GVAR) di tiga negara: Amerika Serikat, Indonesia, dan Tiongkok, dalam periode 2014-2023. Pertama, penelitian mengeksplorasi pengaruh guncangan (shock) moneter terhadap emisi  CO2. Kedua, hubungan jangka panjang antara kebijakan moneter dan emisi CO2. Ketiga, peran kebijakan moneter terhadap emisi CO2 di dalam dan luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat penurunan emisi CO2 di Amerika Serikat dan Indonesia jika negara tersebut menerapkan kebijakan moneter kontraktif, tetapi hal ini mengakibatkan peningkatan emisi CO2 di negara lain. Sebaliknya, kebijakan moneter kontraktif di Tiongkok meningkatkan emisi CO2 di Tiongkok dan Indonesia, serta menurunkan emisi CO2 di Amerika Serikat. (2) Terdapat hubungan jangka panjang antara kebijakan moneter dengan emisi CO2, dengan suku bunga jangka pendek Tiongkok sebagai saluran utama yang memiliki pengaruh jangka panjang terhadap emisi CO2 di Tiongkok. (3) Faktor eksternal/kebijakan moneter luar negeri memiliki pengaruh terhadap emisi CO2 di masing-masing negara penelitian. Temuan ini memberikan beberapa implikasi bagi pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan moneter yang efektif untuk mendukung pengurangan emisi CO2.