Abstrak
Analisis Dampak Lingkungan Refuse-Derived Fuel Sleman pada Kegiatan Diversifikasi Energi Industri Semen dengan Pendekatan Life Cycle Assessment
Oleh :
Eyda Firdausi - M0821027 - Fak. MIPA
Salah satu upaya pengolahan sampah padat perkotaan yang
tidak dapat di daur ulang adalah dengan di konversi menjadi Refuse-Derived
Fuel (RDF) untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada produksi clinker
semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dampak lingkungan
siklus hidup RDF Sleman sebagai diversifikasi energi di PT. Solusi Bangun
Indonesia dengan pendekatan Life Cycle Asssessment (LCA). Batasan sistem
penelitian ini adalah gate-to-grave dengan unit fungsional berupa 1 ton
RDF dan kebutuhan energi co-firing untuk produksi 1 ton clinker.
Terdapat dua skenario penelitian, yakni 1) Skenario produksi RDF dan 2)
Skenario co-firing clinker yang melibatkan kombinasi batu bara dan alternatif
fuel. Hasilnya,
RDF Mechanical Treatment memiliki potensi dampak lingkungan lebih rendah
dibanding RDF Mechanical Biological Treatment pada kategori dampak Global warming potential (GWP) sebesar 26%, Eutrophication
(EU) 30%, Ozone Depletion (OD) 39%, Non Renewable Energy (NRE) 21%,
Renewable Energy (RE) 10%, Abiotic Depletion Fossil Fuel (AD
fosil) 20%, Abiotic depletion (AD) 15%, Freshwater Ecotoxicity (FE)
36%, dan Terestrial Ecotoxicity (TE) 4%, Human toxicity (HT) 10%,
dan Water Consumption (WC) 33%, namun lebih tinggi pada kategori dampak Acidification
(AC) 41%. Hal tersebut terjadi karena RDF MBT memerlukan jumlah
sumber daya lebih besar dalam proses produksinya. Hotspot
sistem proses RDF adalah pada unit proses pengeringan. Ketika RDF MT digunakan untuk co-firing klinker,
hasilnya terdapat penurunan potensi dampak lingkungan sebesar 14% pada skenario
alternatif dengan Thermal Subtitition Rate 20% dibanding skenario
baseline.