Sasha Irwin Clay. B0120061. 2025. Ungkapan Perasaan pada delapan Gurit dalam Antologi Geguritan Wanodya karya Esti Suryani (Tinjauan Psikologi Sastra). Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah unsur struktural pada delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya berdasarkan teori strata Roman Ingarden?; (2) bagaimanakah ungkapan perasaan pada delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya berdasarkan teori ekspresivisme?; (3) bagaimanakah implementasi psikologi sastra delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya berdasarkan psikologi sastra menurut teori Sigmund Freud?
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan unsur struktural pada delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya; (2) mendeskripsikan ungkapan perasaan pada delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya; (3) mendeskripsikan implementasi ungkapan perasaan pada delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang diterapkan pada karya sastra dan bersifat deskriptif. Sumber data diperoleh dari delapan geguritan dalam buku teks antologi Geguritan Wanodya karya Esti Suryani. Data dalam penelitian ini yaitu delapan teks gurit berjudul Paweling Saka Langit, Tali Janji, Lungiding Katresnan, Tresnaku Kepalang Samudra, Iklas Lungamu, Nggambar Tanpa Gambar, Sedyaku Kang Satuhu, dan Udan Iki.
Hasil analisis dari penelitian ini: (1) unsur struktural delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya berdasarkan teori strata Roman Ingarden; (2) ungkapan perasaan delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya berdasarkan teori ekspresivisme; (3) ungkapan perasaan delapan gurit dalam antologi Geguritan Wanodya diimplementasikan berdasarkan teori psikologi Sigmund Freud.
Kesimpulan penelitian ini makna antologi Geguritan Wanodya melalui metode pembacaan Strata Norma Roman Ingarden yang meliputi, lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis dunia dan lapis metafisis. Ungkapan perasaan menggunakan teori ekspresivisme. Terakhir yaitu implementasi ungkapan perasaan menggunakan psikologi teori Sigmund Freud.