;

Abstrak


Pengaruh Lactobacillus Acidhopilus pada Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Model Tikus Galur Wistar


Oleh :
Lian Kamilah - S202102003 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Luka bakar merupakan luka akibat paparan zat bersuhu tinggi yang menyebabkan kerusakan kulit yang kemudian dapat menginduksi respons imun dan inflamasi. Kasus luka bakar sebagian besarnya merupakan luka bakar derajat II, namun penanganan luka bakar derajat II sering tidak mencapai kondisi optimal, dengan demikian diperlukan modalitas terapi yang efektif. Lactobacillus acidophilus merupakan probiotik yang telah dilaporkan memiliki berbagai efek positif pada penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Lactobacillus acidophilus terhadap luka bakar derajar II yang dinilai berdasarkan ukuran luka, skor histopatologi, kadar IL-6, dan kadar TGF-β.Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni in vivo dengan desain post-test only group. Subjek penelitian 48 tikus jantan Galur Wistar dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu kelompok A (intervensi L. acidophilus lysate fermented 5%), kelompok B (intervensi topikal silver sulfadiazine), dan kelompok C (tanpa perlakuan). Subjek penelitian dibagi menjadi kelompok lebih kecil sesuai dengan waktu terminasi hari ke-1, 3, 7, dan 14. Pemeriksaan ukuran luka bakar dilakukan dengan Image J, pengamatan histologi oleh spesialis patologi anatomi, nilai kadar IL-6 dan TGF-β melalui ELISA jaringan.Hasil: Lactobacillus acidophilus terbukti efektif sebagai terapi luka bakar derajat II yang ditunjukkan dengan kelompok A secara signifikan mempercepat penutupan luka (p<0>Kesimpulan: Pemberian L. acidophilus topikal pada tikus wistar model luka bakar derajat II mampu mempercepat penutupan luka, memperbaiki skor histopatologi dan menurunkan kadar IL-6 namun kadar TGF-β yang diharapkan meningkat mengalami penurunan kemungkinan dikarenakan terdapat cross-link IL-6 yang memiliki kemampuan untuk meregulasi TGF-β dari jalur pensinyalan Ras/Rak,Mek/Erk sehingga adanya penurunan kadar IL-6 dapat menyebabkan penurunan kadar TGF-β.