;

Abstrak


Indeks Kerusakan Seismik Berbasis Energi pada RC Beam-column Joint dengan Variasi Pendetailan Tulangan


Oleh :
Dinda Ainur Istiqomah - S942308006 - Fak. Teknik

Beam-column joint (BCJ) merupakan komponen penting dari struktur rangka penahan momen, terutama saat terjadi gempa bumi. Kegagalan BCJ akibat gempa menyebabkan simpangan yang berlebih atau bahkan keruntuhan struktur secara global. Faktor yang mempengaruhi tingkat kerusakan tersebut salah satunya adalah detail penulangan pada BCJ dan area kritis. Kerusakan itu sendiri dapat ditandai adanya retak, kekakuan, dan perubahan energi internal pada struktur. Oleh karena itu, sangat penting untuk memprediksi kerusakan dari elemen-elemen ini secara akurat di bawah pembebanan seismik. Biasanya, perilaku ini dievaluasi melalui uji pada prototipe dan model di laboratorium. Hal ini sering membutuhkan sumber daya yang besar, namun parameter yang dapat dimonitor terbatas. Oleh karena itu, prosedur analitis berdasarkan pemodelan komputer digunakan dalam penelitian ini. Data kerusakan akibat gempa beserta perilaku siklik BCJ diperoleh melalui simulasi numerik dengan pendekatan Finite Element Analysis (FEA). Beban lateral siklik diterapkan pada bagian atas ujung kolom, dengan rasio drift yang meningkat, pada tiga kelompok interior BCJ dengan detail tulangan yang berbeda. Hasilnya, model numerik yang dibangun handal dalam merepresentasikan perilaku siklik BCJ dan memprediksi indeks kerusakan, sebagaimana dikonfirmasi oleh hasil eksperimen. Peningkatan rasio tulangan longitudinal balok dan kolom dapat meningkatkan kapasitas beban, gaya geser horizontal, dan daktilitas BCJ, tetapi pada rasio yang lebih kecil dari rasio minimum atau lebih besar dari rasio maksimum, BCJ akan lebih getas. Adanya tulangan sengkang yang memadai dapat meningkatkan kinerja seismik dan mengurangi tingkat keparahan kerusakan, namun terlalu banyak tulangan sengkang tidak selalu berarti kinerjanya bagus. Disisi lain, analisis fraktal digunakan dalam penilaian kerusakan karena berkorelasi dengan baik terhadap disipasi energi, bahkan tanpa akses ke parameter struktural ditunjukkan dengan faktor R2 mencapai 0.83. Sebagai tindak lanjut, penilaian tingkat kerusakan seismik berbasis energi (EDI) dari pola retak dapat dieksplor pada jenis BCJ lain dengan material yang berbeda dan mengembangkan persamaan untuk memprediksi kerusakan elemen di sekitarnya.