Abstrak
Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Fitoremediator Logam Berat Kromium (Cr) Limbah Cair Industri Batik di Laweyan: Studi dan Translokasi
Oleh :
Alvina Novelinda Kusuma - M0821006 - Fak. MIPA
Limbah cair industri batik dihasilkan dari proses
produksi mengandung logam berat kromium (Cr) yang berpotensi mencemari
lingkungan dan membahayakan kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan
fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes)
selama 10 hari dengan variasi berat basah eceng gondok (100 g, 200 g, 300 g,
dan 400 g). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas
pemanfaatan eceng gondok sebagai fitoremediator logam berat kromium (Cr) dalam
limbah industri batik, pengaruh variasi berat basah tanaman eceng gondok
terhadap kadar logam berat kromium (Cr), dan kemampuan akumulasi serta
translokasi logam berat kromium (Cr) pada eceng gondok. Bahan yang digunakan
antara lain limbah cair industri batik, eceng gondok, aquades, larutan HNO3,
dan H2O2. Metode yang digunakan untuk pengujian kromium
(Cr) yaitu pengujian dengan AAS, perhitungan dengan rumus efektivitas, dan
perhitungan akumulasi dan translokasi dengan rumus BCF dan TF. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa eceng gondok efektif dalam menurunkan kadar kromium, dengan
efektivitas tertinggi mencapai 97,58% pada variasi berat basah 300 g. Eceng
gondok mampu mengakumulasi logam berat kromium (Cr) dengan baik, dengan
konsentrasi tertinggi pada bagian akar. Eceng gondok memiliki kemampuan
akumulasi yang baik dengan nilai BCF > 1 dan kemampuan translokasi dengan
nilai TF < 1>