;

Abstrak


Kultivasi Media Sosial Instagram Dalam Pembentukan Celebrity Worship Syndrome


Oleh :
Amelia Ramadhani - S232208001 - Fak. ISIP

Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar pada komunikasi dan media sosial, khususnya Instagram, yang menjadi salah satu platform yang banyak dipilih oleh masyarakat untuk berinteraksi dan mengkonsumsi konten hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media sosial Instagram mempengaruhi pembentukan Celebrity Worship Syndrome (CWS) pada perempuan dewasa yang menjadi penggemar K-Pop. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses kultivasi melalui Instagram menciptakan realitas subjektif pada penggemar yang memiliki intensitas tinggi (heavy viewer) dalam mengakses konten idola mereka.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan perempuan dewasa yang secara aktif mengonsumsi konten K-Pop di platform Instagram. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan merujuk pada Teori Kultivasi, yang digunakan untuk memahami proses pembentukan realitas oleh pengguna. Pendekatan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media mempengaruhi internalisasi nilai-nilai sosial dan budaya yang pada akhirnya membentuk persepsi serta pola perilaku para penggemar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan dalam membentuk realitas subjektif penggemar. Intensitas konsumsi konten K-Pop melalui Instagram, yang merupakan realitas dari media Instagram, menciptakan hubungan parasosial yang kuat dengan idola, di mana penggemar merasa terhubung secara emosional meskipun hubungan tersebut sepihak. Dampak ini diperkuat oleh kemudahan akses terhadap konten eksklusif, fitur interaksi langsung, dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yang mendorong penggemar untuk terus memperbarui informasi tentang idola mereka.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa melalui konten terkait K-Pop, Instagram dapat menanamkan nilai-nilai yang mendorong perilaku kompulsif, terutama di kalangan perempuan dewasa. Beberapa perilaku negatif diantaranya pola konsumsi kompulsif. Untuk itu, penting untuk mengedukasi penggunaan media sosial yang sehat dan mengembangkan kebijakan publik untuk mendukung konsumsi media digital yang seimbang.