Abstrak
Efek Antidiabetes Ekstra Daun dan Batang Kelakai (Stenochlaena Palustris (Burm.) Bedd)
Oleh :
Kiki Rizky Ananda - S532208022 - Sekolah Pascasarjana
Latar
Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia.
Lebih dari 90% kasus DM adalah DM tipe 2 (DMT2). Penatalaksanaan DMT2 salah
satunya menggunakan obat glimepiride, namun penggunaan obat DM tidak dapat
memperbaiki kerusakan pada sel bet pankreas. Saat ini pemanfaatan bahan pangan
alami dapat menjadi alternatif terapi bagi penderita DM dikarenakan mengandung
antioksidan. Berdasarkan penelitian sebelumnya tumbuhan kelakai yang sudah
biasa dikonsumsi dalam bentuk olahan sayur oleh masyarakat Kalimantan mengandung
antioksidan dan memiliki kemampuan menghambat enzim alfa-glukosidase serta
amilase sehingga berpotensi sebagai antidiabetik.Tujuan: Menganalisis efek ekstrak daun dan batang kelakai terhadap kadar
glukosa darah puasa (GDP), kadar insulin, dan ekspresi GLUT 4 pada tikus jantan
model DMT2. Metode: Penelitian menggunakan rancangan pre-post test untuk kadar GDP
dan insulin, serta post-test only control group untuk ekspresi GLUT 4.
Sampel 25 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok: normal (tikus sehat),
K- (tikus DM), K+ (tikus DM+glimepiride), KP1 (tikus DM+ekstrak 400 mg/kgBB),
KP2 (tikus DM+ekstrak 800 mg/kgBB). Model DMT2 dibuat dengan menginjeksikan Streptozotocin-Nicotinamide.
Ekstrak daun dan batang kelakai diberikan selama 21 hari secara peroral. Kadar
GDP diukur dengan GOD-PAP, kadar insulin dengan Elisa, dan ekspresi GLUT 4
menggunakan IHC. Data dianalisis secara statistik dengan nilai p=0,05.Hasil: Kadar GDP pada KP1 (63±8,91 mg/dL) signifikan berbeda (p<0 p=0,05)> mg/dL) tidak signifikan berbeda (p>0,05) dengan K-.
Kadar insulin KP1 (213,48±106,48 pg/mL) dan KP2 (100±49,78 mg/dL) tidak
signifikan berbeda (p>0,05) dengan K-. Ekspresi GLUT 4 KP 1 (mean rank
87,40) signifikan berbeda dengan K-, K+ dan KP2. Ekspresi GLUT 4 KP2 (mean rank
50,90) tidak signifikan berbeda (p>0,05) dengan K-.
Kesimpulan: Dosis 400 mg/kgBB merupakan dosis terbaik yang dapat menurunkan kadar
GDP dan memberikan ekspresi GLUT 4 yang lebih tinggi pada tikus jantan model
DMT2 yang diberikan ekstrak duan dan batang kelakai dibandingkan dengan tikus yang
tidak diberi ekstrak selama 21 hari intervensi.