Abstrak


Analisis Kerusakan Tingkat Pinus Menggunakan Metode Forest Health Monitoring di Kawasan Hutan BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur


Oleh :
Imam Zaki - H1020034 - Fak. Pertanian

BKPH Bandar merupakan bagian kesatuan pemangkuan hutan dari KPH Pekalongan Timur. Tegakan utama pada BKPH Bandar yaitu tegakan Pinus merkusii dengan komoditas utama yaitu getah pinus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan tegakan pinus menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta memberikan rekomendasi penanganan terkait kerusakan tegakan yang terjadi di Kawasan Hutan BKPH Bandar, KPH Pekalongan Timur. Tegakan pinus dipilih sebagai objek utama penelitian mengingat perannya dalam produksi getah sebagai komoditas utama. Penilaian kesehatan tegakan melibatkan parameter morfometri, kondisi tajuk, dan jenis kerusakan pohon. Data dikumpulkan pada tiga klaster-plot, masing-masing berada di RPH Kembang Langit, RPH Tombo, dan RPH Sodong. Tegakan yang digunakan untuk klaster-plot merupakan tegakan pinus dengan umur yang sama yaitu tegakan pinus berumur 27 tahun atau tahun tanam 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan utama di kawasan ini didominasi oleh Pinus merkusii dengan jumlah 226 pohon dari total 280 pohon yang diukur. Parameter morfometri rata-rata tinggi pohon antara 18,9 hingga 25,5 m, dan diameter setinggi dada antara 31,4 hingga 35,0 cm. Lokasi kerusakan paling banyak terjadi pada batang bagian bawah (47,22%). Tipe kerusakan dominan yang ditemukan adalah luka terbuka (40,95%) yang terutama disebabkan oleh aktivitas penyadapan, diikuti oleh kerusakan cabang patah atau mati (22,84%), dan sarang rayap (18,27%). Berdasarkan kategori indeks kerusakan tingkat plot, sebagian besar tegakan berada dalam kondisi kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini merekomendasikan langkah mitigasi, seperti pengelolaan aktivitas penyadapan yang lebih ramah lingkungan dan pemantauan berkala untuk mengurangi dampak faktor biotik dan abiotik. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan, khususnya di kawasan BKPH Bandar.