Abstrak


Pemodelan Spasial Panel Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah: Studi Perbandingan Pembobot Queen Contiguity dan Rook Contiguity


Oleh :
Sari Septianingtyas - M0721063 - Fak. MIPA

Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah, yang ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah dengan menerapkan model regresi spasial panel menggunakan matriks pembobot spasial Queen Contiguity dan Rook Contiguity. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah berupa data tingkat kemiskinan tahun 2020-2023 yang meliputi 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Pemodelan diawali dengan regresi data panel menggunakan pendekatan fixed effect hasil uji Chow dan uji Hausman, kemudian dilanjutkan ke model Fixed Effect Spatial Autoregressive seiring ditemukannya dependensi spasial pada lag melalui uji Geary’s C dan Lagrange Multiplier. Model dianalisis menggunakan matriks pembobot spasial Queen Contiguity dan Rook Contiguity. Model terbaik yang diperoleh adalah Fixed Effect Spatial Autoregressive dengan matriks pembobot spasial Rook Contiguity karena memiliki nilai adjusted ????2 terbesar, yaitu 99,67351?n nilai ???????????? terkecil, yaitu −747,0879. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah memiliki hubungan dengan efek spasial, di mana faktor-faktor seperti angka beban ketergantungan, produk domestik regional bruto, rata-rata lama sekolah, pengeluaran per kapita yang disesuaikan, persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan berobat jalan selama sebulan terakhir, serta upah minimum kabupaten/kota, secara signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.