Abstrak


Identifikasi Jenis dan Intensitas Serangan Rayap Tanah pada Tegakan Pohon Pinus (Pinus Merkusii Jungh. et de Vriese) di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo


Oleh :
Farid Fauzan Al Waliyuddin - H1020027 - Fak. Pertanian

Rayap tanah merupakan ancaman serius bagi tegakan pohon pinus (Pinus merkusii) di KHDTK Gunung Bromo. Pada penelitian sebelumnya tentang kesehatan hutan di KHDTK Gunung Bromo diketahui rayap menjadi salah satu faktor kerusakan terbesar pada tegakan pinus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis rayap tanah dan menganalisis intensitas serangannya terhadap pasak kayu pinus serta memberikan rekomendasi tindakan penanggulanganya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan membuat 4 plot uji berukuran masing-masing 20 × 20 m², yang dipasang 36 pasak umpan pasak kayu perplot dengan total 144 pasak dengan berukuran 3×3×30 cm³. Penelitian dilakukan selama 8 minggu dimana data utama di minggu ke-2, sedangkan minggu ke-4, 6, 8 untuk mengetahui trend kenaikan intensitas serangan rayap tanah. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga genus rayap tanah, yaitu Macrotermes sp., Microtermes sp., dan Schedorhinotermes sp.. Schedorhinotermes sp. mendominasi sebagian besar plot, terutama plot 1 dan 2. Selain rayap tanah, ditemukan pula organisme perusak lainnya berupa jamur. Intensitas serangan pada minggu ke-2 tertinggi terjadi pada plot 4 (55%), sedangkan intensitas pada plot 1, 2, dan 3 yaitu 41%, 28%, dan 33%. Intensitas serangan selama 8 minggu menunjukkan nilai tertinggi pada plot ke-3 mencapai 87?n terendah pada plot ke-1 sebesar 63%. Sedangkan untuk kenaikan intensitas serangan dari minggu ke-2 hingga minggu ke-8 tertinggi pada plot ke-3 dengan kenaikan sebesar 54%, sedangkan pada plot ke-1, 2, 4 yaitu 22, 31, dan 48%. Rekomendasi pengendalian rayap mencakup praktik budidaya yang baik, pemantauan rutin, penggunaan serbuk gergaji jati untuk mengusir rayap, pengaplikasian insektisida, penggunaan umpan toksin, pemusnahan sarang rayap secara mekanis.