Abstrak
Proyeksi Perubahan Tutupan Lahan dan Dampaknya Terhadap Fenomena Urban Heat Island di Kota Surakarta
Oleh :
Calvin Levyanto Pramono - M0821016 - Fak. MIPA
Urbanisasi pesat di Kota Surakarta mendorong konversi lahan hijau menjadi
kawasan terbangun. Dampak dari perubahan ini adalah berkurangnya ruang terbuka
hijau dan meningkatnya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan, distribusi UHI, serta
proyeksi perubahan tutupan lahan dan dampaknya terhadap suhu permukaan tanah
menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS. Metode penelitian dilakukan
melalui pembuatan peta tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest
(RF) pada Google Earth Engine serta perhitungan indeks NDVI, NDBI, LST, dan
UHI dengan ArcGIS. Model Cellular Automata-Markov diterapkan untuk
memprediksi perubahan tutupan lahan tahun 2029. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa luas lahan terbangun meningkat 1.253,97 hektar (27%), sedangkan area
vegetasi menurun 1.243,69 hektar (27%) dalam kurun waktu 2014–2024. Hal ini
mengindikasikan peningkatan area terbangun yang diikuti dengan penurunan
Indeks NDVI dan peningkatan Indeks NDBI. Hasil korelasi menunjukkan
hubungan negatif antara NDVI dan LST serta hubungan positif antara NDBI dan
LST. Intensitas UHI meningkat pada 2014–2019, terutama di pusat kota, tetapi
sedikit menurun pada 2019–2024 di beberapa wilayah yang mengalami
peningkatan vegetasi. Peningkatan intensitas UHI tetap terjadi di TPA Putri Cempo
karena residu dari hasil pengolahan sampah dan Keratonan Surakarta akibat
aktivitas antropogenik seperti emisi kendaraan. Proyeksi Tutupan Lahan tahun
2029 menunjukkan lahan terbangun mencapai 4.443,52 hektar (95%), sedangkan
area vegetasi menyusut menjadi 151,68 hektar (3%). Jika tren ini terus berlanjut,
UHI diperkirakan meningkat, menyebabkan suhu permukaan lebih tinggi dan
konsumsi energi meningkat. Pengelolaan ruang terbuka hijau dan pengendalian alih
fungsi lahan menjadi penting dalam mitigasi fenomena UHI di Kota Surakarta.