Abstrak
Pengembangan Media Pembelajaran Komfun CT Berbasis Scratch pada Materi Komposisi Fungsi untuk Meningkatkan Computational Thinking Siswa Kelas XI SMAN 8 Surakarta
Oleh :
Rachma Lutfiana - K1321063 - Fak. KIP
Penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran
Komfun CT berbasis Scratch pada materi komposisi fungsi untuk
meningkatkan Computational Thinking
siswa kelas XI SMAN 8 Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Komfun
CT berbasis Scratch pada
materi Komposisi Fungsi untuk
meningkatkan Computational
Thinking siswa
kelas XI SMAN 8 Surakarta
dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian
ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan
adalah Research & Development (R&D) dengan model ADDIE yang
terdiri dari tahap analisis (Analysis), desain (Design),
pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan
evaluasi (Evaluation). Kualitas media yang dikembangkan harus memenuhi
aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini berupa observasi, wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Penelitian
pengembangan dengan model ADDIE telah berhasil dikembangkan sebuah media
pembelajaran matematika berbasis Scratch yang diberi nama “Komfun CT”, (2) Media pembelajaran Komfun
CT dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran yang ditinjau dari tiga
aspek (kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan); Media pembelajaran yang
dikembangkan tergolong valid dengan persentase nilai akhir dari ahli materi dan
ahli media sebesar 93,86%. Hasil analisis kepraktisan diperoleh nilai sebesar 83,60?n respons siswa yang positif sehingga media pembelajaran Komfun CT dinyatakan
sangat praktis. Hasil analisis keefektifan menggunakan analisis persentase
ketuntasan dan uji N−Gain diperoleh nilai akhir sebesar 85,43%, yang menunjukkan
bahwa media pembelajaran Komfun CT efektif untuk meningkatkan Computational
Thinking. (3) Media pembelajaran Komfun CT lebih unggul dibandingkan
media pembelajaran konvensional.