;

Abstrak


Pemanfaatan Sensor Wearable dalam Evaluasi Kekuatan Otot dan Sudut pada Gerakan Servis Atlet Bulutangkis


Oleh :
Perwita Aura Larasaty - S802302006 - Fak. Teknik

Keberhasilan permainan bulutangkis sangat bergantung pada penguasaan teknik pukulan servis. Servis yang kurang optimal dapat menyebabkan kehilangan poin dan memengaruhi performa pemain. Ketepatan servis sangat dipengaruhi oleh kekuatan maksimal kelompok otot lengan dan fleksibilitas pergelangan tangan. Penurunan kekuatan otot dapat menghambat pencapaian target servis yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model klasifikasi yang membedakan gerakan servis backhand dan forehand berdasarkan data sudut gerak sendi (pergelangan tangan dan siku) dan kekuatan otot, menganalisis hubungan dan besar perbedaan antara sudut gerak sendi (pergelangan tangan dan siku) dengan kekuatan otot pada gerakan servis backhand dan forehand. Pengukuran sudut menggunakan teknologi Inertial Measurement Unit (IMU) yang diposisikan pada punggung tangan dan lengan bawah siku sedangkan pengukuran kekuatan otot menggunakan teknologi Electromyography (EMG) yang diposisikan pada otot flexor carpi radialis dan otot extensor carpi ulnaris.Penelitian ini telah berhasil membedakan gerakan servis backhand dan forehand dengan menggunakan nilai RMS dan MAV dari masing-masing data sudut dan kekuatan otot sebagai ciri atau fitur dari masing-masing gerakan. Range nilai RMS dan MAV menunjukkan bahwa pada nilai tersebut terjadi gerakan paling optimal. Berdasarkan hasil uji korelasi didapat hasil bahwa pada gerakan servis backhand dan forehand panjang tidak menunjukkan adanya hubungan antara sudut dan kekuatan otot sedangkan pada servis forehand pendek menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara otot extensor carpi ulnaris dengan sudut X pada lengan bawah siku. Berdasarkan hasil uji beda, otot flexor carpi radialis dan sudut X, Y, Z pada area punggung tangan dan lengan bawah siku menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ketiga jenis servis sedangkan otot extensor carpi ulnaris tidak menunjukkan perbedaan, hal ini berarti otot extensor memiliki peran yang relatif konsisten pada ketiga jenis servis.