Abstrak
Optimasi Ekstraksi Berbantuan Gelombang Ultrasonik pada Daun Dewa untuk Aplikasi Hidrogel Termosensitif
Oleh :
Misyelia Putri Maharani - M0321043 - Fak. MIPA
Hidrogel termosensitif dengan kemampuan pemuatan zat
aktif dapat ditingkatkan bioaktivitasnya melalui pemuatan senyawa bioaktif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kondisi optimal (waktu
dan suhu ekstraksi, serta kuantitas pelarut) dari proses ekstraksi daun dewa (Gynura
procumbens/GPr) menggunakan metode Ultrasound-assisted Extraction (UAE),
mengevaluasi prinsip kimia hijau dari proses ekstraksi UAE daun GPr melalui
metode DOZNTM, serta mempelajari sifat fisikokimia, struktur
morfologi, dan stabilitas termal dari hidrogel termosensitif termuat ekstrak
daun GPr. Tahapan metode
meliputi optimasi Response Surface Methodology (RSM) dari proses UAE
dengan metode central composite design (CCD), analisis kimia hijau UAE
menggunakan DOZNTM 2.0, sintesis
hidrogel berbahan dasar metil selulosa (3,32 %w/v) dan trisodium sitrat (3,67
%w/v) (HED0), pemuatan ekstrak daun GPr dengan perbandingan hidrogel ekstrak
10:0,01 (HED1), 10:0,06 (HED2), dan 10:0,15 (HED3), serta uji karakterisasi
terhadap hidrogel. Ekstrak daun GPr dengan rendemen tertinggi (6,65%) berhasil
diekstraksi dalam waktu 27,5 menit pada suhu 40 °C menggunakan pelarut etanol
13 mL untuk setiap 1 g simplisia. Proses UAE daun GPr menunjukkan tingkat
kehijauan yang tinggi ditunjukkan dengan skor agregat 0,766 yang sesuai dengan
prinsip kimia hijau ke-1, 4, 6, 7, 8, 9, 10, dan 11. Hidrogel mengalami
penurunan kebasaan akibat penambahan ekstrak dan hasil analisis FTIR
menunjukkan pergeseran dan pelebaran gugus C-O-C. Hidrogel dengan jaringan
terbuka serta permukaan matriks yang halus dan berpori. Ekstrak mengisi pori
hidrogel serta meningkatkan kekasaran permukaan yang tampak dari hasil SEM dan
TEM. Degradasi metil selulosa pada suhu 240-360 °C, keberadaan ekstrak
meningkatkan stabilitas termal melalui kurva TGA. Suhu gelasi hidrogel berkisar
36-38 °C ditunjukkan dari analisis DSC.