Abstrak


Dinamika Jaringan Sosial dalam Konservasi Sungai: Analisis Potensi Lubang Struktural (Structural Holes) dan Aktor Perantara di Kawasan Hulu Sub DAS Gajah Wong


Oleh :
Siti Jariyah - D0321091 - Fak. ISIP

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case studies) yang membahas dinamika jaringan sosial dan pola relasi aktor dalam konservasi sungai di kawasan hulu Sub DAS Gajah Wong. Dengan menggunakan teori lubang struktural dari Ronald S. Burt, penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis potensi lubang struktural atau celah yang terjadi serta potensi aktor yang dapat berperan sebagai perantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat dua puluh aktor yang berperan dalam upaya konservasi di kawasan tersebut dengan latar belakang dan kepentingan yang beragam mulai dari lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, hingga sektor swasta. Berdasarkan peran dari masing-masing aktor, terbentuk pola hubungan atau relasi aktor yang didominasi oleh pola hubungan kerja sama dan koordinasi yang saling melengkapi, di mana setiap aktor berkontribusi sesuai kapasitas dan kewenangannya. Melalui analisis teori lubang struktural, teridentifikasi adanya lubang struktural dalam jaringan seperti keterputusan komunikasi dan koordinasi antar aktor yang seharusnya dapat saling melengkapi, potensi fragmentasi sektoral, dominasi aktor tunggal yang menyebabkan kurangnya integrasi aktor lain, serta adanya keterbatasan pada tugas pokok dan fungsi. Di antara banyaknya aktor yang terlibat dalam upaya konservasi sungai di kawasan hulu Sub DAS Gajah Wong, Yayasan Javlec Indonesia, FKSS, PT SGM/Danone, dan DLH Sleman menjadi aktor yang potensial untuk menjembatani potensi celah dan memperkuat sinergi antar aktor. Potensi lubang struktural yang terjadi tersebut berimplikasi pada terhambatnya aliran informasi dan sumber daya, kurangnya integrasi dan sinergi antar aktor, minimnya keterlibatan peran aktor non-pemerintah, serta terhambatnya fleksibilitas dan inovasi dalam konservasi di kawasan hulu Sub DAS Gajah Wong. Secara umum, sinergi dan komunikasi yang terjalin antar aktor telah meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya sungai, meskipun penguatan koordinasi dan kolaborasi multipihak tetap diperlukan untuk mencapai tujuan konservasi yang berkelanjutan di kawasan hulu Sub DAS Gajah Wong.