Penyediaan fasilitas pelayanan yang kompleks pada area perkotaan Yogyakarta menyebabkan adanya pemusatan aktivitas masyarakat. Hal ini mendorong adanya pergerakan baik manusia maupun barang dari wilayah disekitarnya menuju ke area perkotaan. Tidak terkontrolnya pergerakan menyebabkan memicu kerentanan terhadap kepadatan arus lalu lintas yang tinggi. Kepemilikan kendaraan bermotor tercatat meningkat setiap tahunnya berkisar 4%. Kepadatan lalu lintas menuju area perkotaan memiliki V/C Ratio 0,65-1 menunjukkan kepadatan stabil menuju tidak stabil. Penyediaan layanan transportasi publik melalui penambahan trayek baru berupa Trans Jogja Trayek 15: Palbapang-Malioboro menjadi transportasi yang mampu mengatasi permasalahan tingginya lalu lintas yang padat.. Penambahan trayek baru mampu menarik perhatian masyarakat tetapi belum mampu menekan angka penggunaan kendaraan pribadi. Dengan demikian, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan moda Trayek 15 setelah adanya pembukaan trayek baru. Penelitian ini mengumpulkan data melalui survei data sekunder, yang melibatkan pengumpulan data dari instansi, dan survei primer, yang melibatkan kuesioner dengan sampel di area jangkauan pelayanan Trayek 15. Penelitian ini menggunakan 3 analisis, yaitu analisis Statistik Deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik pelayanan Trayek 15, analisis Paired Sample T-Test untuk mengidentifikasi perubahan moda, serta analisis Faktor untuk menguji faktor yang berpengaruh dalam penggunaan Trayek 15. Rute, sosial-ekonomi pengguna, perjalanan dan transportasi umum menjadi 4 variabel yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Trayek 15 telah memenuhi standar yang ditetapkan, meskipun frekuensi layanan pada jam sibuk menjadi indikator pelayanan yang belum sesuai dengan standar. Pengadaan Trayek 15 menyebabkan adanya perubahan penggunaan moda menuju penggunaan trayek baru di area penelitian sebesar 30,6%. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa 3 faktor dengan urutan tertinggi, yaitu kualitas pelayanan, sosial-ekonomi dan efisiensi perjalanan. Indikator yang paling berpengaruh pada pembentukan faktor adalah kenyamanan pada faktor 1, tingkat pendapatan pada faktor 2 dan waktu perjalanan pada faktor 3.