Abstrak
Strategi Advokasi Kebijakan Dalam Meningkatkan Kesadaran Bagi Perempuan Paralegal Terkait Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Oleh :
Anggita Rizka Pratiwi - D0121012 - Fak. ISIP
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi advokasi dan hambatan yang dihadapi
oleh Yayasan SPEK-HAM Surakarta dalam meningkatkan kesadaran bagi perempuan
paralegal terkait pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara
kepada informan yang dipilih secara purposive dan studi dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber untuk validasi data dalam
penelitian ini. Seluruh data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui
beberapa tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Analisis strategi advokasi mengacu pada Advocacy Strategy
Framework yang dikembangkan oleh Coffman & Beer, dengan fokus pada
kuadran Public Awareness. Temuan mengungkap strategi yang telah
diimplementasikan mencakup public education, public polling, dan public
awareness campaigns, sementara strategi voter outreach belum
terlaksana. Penerapan strategi tersebut menghasilkan interim outcomes
berupa peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan penerapan (Increased
Knowledge), dan perubahan sikap maupun keyakinan yang positif terhadap
pentingnya isu KDRT (Changed Attitudes or Beliefs). SPEK-HAM menghadapi
hambatan internal dan eksternal dalam pelaksanaan kegiatan advokasi. Hambatan
internal mencakup keterbatasan sumber daya manusia, dana operasional,
inkonsistensi dalam pelatihan fasilitator, serta belum tersedianya data
keanggotaan dan penerima pelatihan yang terstruktur. Sementara itu, hambatan
eksternal meliputi resistensi dari sebagian masyarakat, khususnya perempuan
yang menolak perubahan, serta perbedaan dalam cara individu menerima dan
merespons informasi advokasi. Penelitian ini menekankan bagi SPEK-HAM untuk
memasukkan isu pencegahan KDRT ke dalam program edukasi pemilih yang ditujukan
kepada perempuan, sebagai upaya menjawab belum dilaksanakannya strategi voter
outreach.