Abstrak
Keefektifan Program Sekolah Lapang Tematik Pertanian Organik di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar
Oleh :
Ma`rifatul Ummayah - H0420046 - Fak. Pertanian
Pemerintah mendorong
program Genta Organik (gerakan tani pro organik) melalui Sekolah Lapang Tematik Pertanian (SLTPO). Sekolah lapang ini
telah terlaksana, namun kenyataannya tidak semua petani dapat membuat pupuk
organik dan menerapkannya pasca sekolah lapang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat keefektifan
program SLTPO
ditinjau dari aspek konteks (context),
masukan (input), proses (process), dan produk (product); (2) mengetahui kelebihan dan
kekurangan dari pelaksanaan program SLTPO.
Metode penelitian ini adalah kuantitatif
paradigma postpositivisme. Lokasi penelitian adalah lokasi di mana program ini terlaksana yaitu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Responden penelitian ini yaitu 28 orang peserta sekolah lapang yang
dipilih melalui teknik sensus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara
terstruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis
data dilakukan menggunakan distribusi frekuensi dengan mencari data median
dengan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelebihan SLTPO adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, mengubah perilaku petani untuk menerapkan pupuk organik, serta meningkatkan interaksi antar petani. Kekurangan dari SLTPO adalah keterbatasan jangkauan peserta, waktu, tenaga pelaksana dan biaya yang cukup banyak. Pelaksanaan saat musim kemarau menimbulkan kendala seperti minimnya pengairan, gulma, dan hama tikusKelebihan SLTPO adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, mengubah perilaku petani untuk menerapkan pupuk organik, serta meningkatkan interaksi antar petani. Kekurangan dari SLTPO adalah keterbatasan jangkauan peserta, waktu, tenaga pelaksana dan biaya yang cukup banyak. Pelaksanaan saat musim kemarau menimbulkan kendala seperti minimnya pengairan, gulma, dan hama tikus (2) SLTPO dilihat dari aspek context capaian keberhasilannya adalah sangat efektif (100 %); dilihat dari aspek input adalah sangat efektif (100%); dilihat dari aspek process adalah efektif (76%); dilihat dari aspek product adalah efektif (75%);