Abstrak


Perubahan mata pencaharian dan nilai sosial budaya masyarakat ( studi deskriptif kualitatif tentang hubungan perubahan mata pencaharian dengan nilai sosial budaya masyarakat di Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Belitung )


Oleh :
Imam Prambudi - D0303034 - Fak. ISIP

ABSTRAK Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan memaparkan deskripsi perubahan mata pencaharian dan nilai sosial budaya masyarakat desa Membalong. Disamping itu juga memaparkan deskripsi hubungan antara perubahan mata pencaharian dengan nilai sosial budaya masyarakat desa Membalong. Penelitian ini mengambil lokasi di desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung; karena dilokasi ini banyak terdapat fenomena perubahan mata pencaharian dari sektor perkebunan ke sektor pertambangan dan dengan latar belakang historis yang cukup unik. Data dari penelitian ini berwujud data primer dari informan anggota masyarakat yang merubah mata pencahariannya di desa Membalong. Adapun data yang berwujud data sekunder diperoleh dari kantor Kepala Desa Membalong. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan maksimum variation sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara mendalam (in-depth-interview), observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Validitasnya adalah trianggulasi data (sumber). Paradigma yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan paradigma Definisi Sosial. Dalam paradigma Definisi Sosial ini, tindakan sosial diamati dari proses sosial untuk mengambil keputusan tentang sebagian besar dari intrasubyektif yang tidak kelihatan yang dinyatakan oleh si aktor. Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi. Teori ini menerangkan tentang konsep kerelaan yang dikemukakan oleh Parsons. Voluntarisme atau kerelaan merupakan kemampuan individu untuk melakukan tindakan dalam arti menetapkan cara atau alat guna mencapai tujuan dari beberapa alternative yang tersedia dan dalam prilakunya individu akan senantiasa dipengaruhi oleh norma dan nilai yang telah dibagi bersama dengan anggota masyarakat lain. Aktor menurut konsep voluntarisme ini adalah pelaku aktif dan kreatif serta mempunyai kemampuan menilai dan memilih dari alternative tindakan. Berbagai tujuan yang hendak dicapai, kondisi dan norma serta situasi penting lainnya kesemuanya membatasi kebabasan aktor. Tetapi disebelah itu aktor adalah manusia yang aktif, kreatif, dan evaluatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terjadi perubahan mata pencaharian pokok yang sebelumnya sebagai petani lada di perkebunan lada menjadi penambang timah di tambang inkonvensional baik itu yang memiliki ijin maupun tidak. Faktor pendorong perubahan mata pencaharian ini adalah usaha pemenuhan kebutuhan ekonomi. Perubahan mata pencaharian tersebut juga mempunyai hubungan dengan nilai sosial budaya masyarakat. Perubahan yang terjadi memberikan pengaruh dan dipengaruhi oleh nilai sosial budaya masyarakat. Nilai ekonomi, rasionalitas dan solidaritas/gotong royong memberikan pengaruh dan dipakai masyarakat dalam melakukan perubahan mata pencaharian. Perubahan mata pencaharian tersebut memberikan pengaruh pada nilai agama, seni, dan kuasa dalam masyarakat.