Abstrak
Pengaruh Perbedaan Komnsentrasi Molases Terhadap Kualitas Fisik Silase Tebon Jagung (Zea mays L.)
Oleh :
Raditya Dewangga Bhadra Yusniansyahputra - H0521103 - Fak. Peternakan
Tebon jagung adalah tanaman jagung muda yang dipanen saat berumur 70
hari yang meliputi batang, daun dan buah yang masih muda. Produksi tebon jagung
tidak stabil setiap tahun karena produksi tinggi saat musim penghujan dan rendah
pada musim kemarau, memiliki kadar air yang tinggi (80-90%). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi molases terhadap
pembuatan silase menggunakan tebon jagung diukur dengan parameter kualitas
fisik. Metode penelitian ini dengan mencacah tebon jagung, melayukan,
pencampuran molases sesuai perlakuan (yaitu 1%, 3%, dan 5%) dan pemeraman
selama 21 hari pada kantong plastik (silo) dan divakum menggunakan alat vakum,
dengan jumlah 3 perlakuan dan 3 ulangan. Kualitas fisik diuji oleh 10 panelis semi
terlatih. Desain penelitian menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL). Analisis
data menggunakan perangkat pengolahan data R studio. Warna dan tekstur
signifikan dengan skor warna tertinggi pada penambahan 3% molases dan terendah
pada penambahan 5% molases. Skor tertinggi untuk tekstur pada penambahan 1%
molases dan 5% molases memiliki skor tertinggi, dan terendah pada penambahan
3% molases, aroma dan keberadaan jamur non signifikan pada semua ulangan.
Penambahan molases yang optimal ada di 1% karena memiliki tektur lembut dan
mudah dipisahkan dan warna hijau kekuningan, selain itu juga mepertimbangkan
aspek biaya 1?alah yang paling murah.