Abstrak
Kata Serapan Bahasa Arab dalam Kamus Bausastra Jawa: Tinjauan Pelemahan Bunyi Konsonan
Oleh :
Brillian Najwa Nayantaka - B0521023 - Fak. Ilmu Budaya
Perbedaan fonologi bahasa Arab dan Jawa mengakibatkan pemaduan
pengucapan bunyi bahasa Arab oleh masyarakat Jawa. Pemaduan tersebut
menyebabkan perubahan bunyi. Penelitian
ini membahas mengenai lenisi konsonan bersuara dan nirsuara pada kata
serapan bahasa Arab dalam kamus Bausastra Jawa terbitan Balai Bahasa Yogyakarta
edisi II. Penelitian ini
menggunakan teori lenisi oleh Crowley dan Bowern (2010) untuk menganalisis
perubahan bunyi. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif. Penjaringan data dilakukan dengan teknik simak bebas
libat cakap serta teknik catat dan rekam. Kata-kata
serapan dicatat menggunakan perangkat lunak Microsoft Word. Seorang
responden penutur asli bahasa Jawa dan akademisi dipilih untuk mengucapkan kata
serapan guna memperoleh data fonetis. Suara responden direkam menggunakan
perangkat lunak perekam audio pada telepon genggam Vivo Y51. Data tersebut dianalisis dengan metode
padan translasional dan teknik hubung banding menyamakan.
Penelitian ini menghasilkan
kesimpulan berupa fenomena lenisi konsonan bersuara dan nirsuara berdasarkan
indikatornya. Lenisi konsonan bersuara yaitu [b] > [p, h],
[d] > [t], [z] > [s],
[ʕ] > [k, h], [ɣ] > [k, h]; [ʕ] > [ŋ], [dˁ] > [d, dh, ɖh, ʤh], [ðˁ] > [l]; [dˁ] > [l], [b] > [w, h]; [b] > [w], [ʕ] > [w]; dan [ʕ] > [ʔ]. Lenisi
konsonan nirsuara yaitu [h] > [ʔ], [tˁ] > [t, ʈ], [sˁ] > [s], [q] > [k], [x] > [h]; [h]
> [w]; [ħ] > [ʔ], dan
[q] > [ʔ]. Penelitian
ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa fenomena lenisi disebabkan oleh
artikulasi yang berdekatan.