Tanaman obat merupakan bagian dari kearifan lokal dan warisan budaya bangsa
Indonesia yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai pengobatan
alami. Namun, seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya konsumsi obat
kimia modern, minat masyarakat, terutama anak-anak, untuk mengenal dan
memanfaatkan tanaman obat semakin menurun. Minimnya pengetahuan tentang
tanaman obat di kalangan generasi muda ini disebabkan oleh kurangnya media
informasi yang menarik dan sesuai usia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
dibuatlah media pengenalan tanaman obat melalui apotek hidup berupa buku
ilustrasi. Perancangan buku ilustrasi ini menggunakan metode design thinking
yang terdiri dari lima tahapan: empathize, define, ideate, prototype, dan test.
Pengenalan tanaman obat melalui buku ilustrasi ini terbukti berhasil menarik
minat dan dinilai layak oleh para pakar sebagai media edukatif yang sesuai bagi
anak usia 9–12 tahun dalam mengenal tanaman obat serta melestarikan
pengobatan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.