Abstrak


Keberdayaan Petani Milenial dalam Berusahatani Pada Program Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami) di Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Anas Tasia Wijayanti - H0421010 - Fak. Pertanian

Regenerasi petani menjadi kunci untuk mendorong produktivitas usaha tani. Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami) menjadi salah satu program bagi petani milenial untuk mewujudkan petani yang berdaya dan mandiri. Kabupaten Sukoharjo telah menginisiasi program ini sejak tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis tingkat keberdayaan petani milenial dalam berusahatani pada program Gerbang Tami di Kabupaten Sukoharjo; (2) menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan petani milenial dalam berusahatani pada program Gerbang Tami; (3) dan menganalisis hubungan antara faktor-faktor dengan tingkat keberdayaan petani milenial dalam berusahatani pada program Gerbang Tami. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) di Kabupaten Sukoharjo tepatnya di Kecamatan Bulu, Kecamatan Tawangsari, dan Kecamatan Mojolaban sebagai partisipasi program tertinggi. Penarikan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 47 petani milenial. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani milenial dalam berusahatani pada program Gerbang Tami secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan pengukuran berdasarkan pendapatan yang layak di kategori rendah, produktivitas hasil pertanian berada di kategori tinggi dan penerapan teknologi berada pada kategori tinggi. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberdayaan dilihat dari pengalaman usahatani berada di kategori sedang, luas lahan usahatani berada di kategori sedang, pendidikan formal berada di kategori sedang, pendidikan non formal berada di kategori tinggi dan sedang, kosmopolitan berada di kategori tinggi, dan tingkat peran penyuluh berada di kategori tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan tingkat keberdayaan petani milenial yakni karakteristik petani dan peran penyuluh pertanian. Seluruh faktor yang berhubungan signifikan dengan tingkat keberdayaan petani milenial memiliki arah hubungan positif. Saran dari penelitian ini diperlukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada aspek pendidikan non formal dan perlu penguatan dari peran penyuluh pertanian.