Abstrak


Pemaknaan Pesan Karakteristik Inovasi Terhadap Rumah Burung Hantu (Rubuha) Dalam Penanggulangan Hama Tikus di Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi


Oleh :
Dwi Aningtyas Widya Sari - H0421031 - Fak. Pertanian

Pertanian memiliki tantangan besar dalam melakukan pemenuhan kebutuhan pangan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan akan beras, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang tidak selaras dengan produksi beras di Indonesia. Produksi beras tahun 2023 mencapai 31,10 juta ton. Sedangkan tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 26,93 juta ton. Pada saat yang sama, konsumsi beras tahun 2024 ditaksir mengalami kenaikan 0,98% atau sekitar 250.000 ton dibandingkan tahun 2023. Penurunan produktivitas padi, utamanya disebabkan adanya hama tikus yang menyerang lahan persawahan. Permasalahan serangan hama tikus yang telah menjadi isu pertanian berskala nasional ini, mendorong pemerintah Kabupaten Ngawi untuk menginisiasi program pengendalian organisme pengganggu tanaman. Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi telah mengimplementasikan program pengendalian hama tikus berbasis ramah lingkungan melalui pendirian Rumah Burung Hantu (Rubuha), sebagai bentuk respons pemerintah terhadap berbagai dampak negatif dari metode pengendalian hama tikus sebelumnya, khususnya penggunaan jebakan listrik. Penelitian ini menganalisis inovasi Rubuha dengan fokus pada karakteristik inovasi, pola komunikasi dan adopsi inovasi petani, serta dampak dari pengadopsian inovasi program Rubuha. Hasil penelitian dianalisis menggunakan TAM (Theory Acceptance Model) dan Teori Appropriate Technology. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif, lokasi penelitian berada di Kecamatan Karangjati dengan informan yang dipilih secara purposive sampling melibatkan ketua Kelompok Tani, anggota Kelompok Tani, PPL, dan DKPP Ngawi. Rubuha memiliki nilai karakteristik inovasi keuntungan relatif, kemudahan pembuatan, dapat diuji coba, dapat dilihat hasilnya, namun kurang sesuai dengan kemampuan petani. Penyebaran program ini dilakukan melalui kegiatan sekolah lapang dan studi banding, dengan pola adopsi petani mengikuti tahapan AIETA. Dampak yang ditimbulkan dari pengadopsian program Rubuha dapat dibedakan atas dampak ekonomi, sosial, dan budaya.