Organisasi antarpemerintah memiliki peran penting dalam mendorong inovasi pertanian, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini mengkaji strategi Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative (AFACI) sebagai organisasi antarpemerintah dalam mendukung diseminasi teknologi pertanian di BBPSIP Bogor. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan model 7S McKinsey untuk menganalisis faktor internal dan kerangka PESTLE untuk menelaah pengaruh eksternal, yang kemudian disintesis ke dalam matriks IFE dan EFE. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam program “Improvement of Rural Agricultural Technology Extension System”. Hasil matriks IFE menunjukkan bahwa kondisi internal berada pada kategori kuat dengan skor 3,14, yang mengindikasikan kapasitas internal AFACI mendukung pelaksanaan strategi. Sementara itu, skor matriks EFE sebesar 2,69 mencerminkan kemampuan sedang dalam merespons tantangan eksternal. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang merupakan pilihan paling tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi AFACI berpotensi secara signifikan meningkatkan diseminasi pertanian, meskipun masih perlu mengatasi kelemahan internal dan ancaman eksternal melalui kolaborasi adaptif dan sinkronisasi kebijakan.