Abstrak


Analisis Nilai Tambah Kedelai Sebagai Bahan Baku Produk Agroindustri Tempe Mendoan di Kabupaten Banyumas


Oleh :
Yeaz Cahya Malwafirzanah - H0818107 - Fak. Pertanian

Kabupaten Banyumas memiliki tempe khas asli Banyumas yaitu tempe mendoan. Hadirnya agroindustri tempe mendoan di Kabupaten Banyumas dapat memberikan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha dikarenakan pasar yang ada masih terbuka lebar. Tujuan studi ini untuk mengetahui besar biaya, penerimaan, keuntungan dan nilai tambah kedelai pada agroindustri tempe mendoan di Kabupaten Banyumas. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian dengan metode purposive di Kabupaten Banyumas. Metode penentuan sampel yang digunakan proportional random sample dengan 84 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan rumus biaya, rumus penerimaan, rumus keuntungan dan analisis nilai tambah metode hayami. Hasil penelitian menunjukan pada bulan Maret 2025 biaya rata-rata agroindustri tempe mendoan di Kabupaten Banyumas sebesar Rp48.620.048,76. Penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp67.488.333,33, sehingga keuntungan rata-rata yang diperoleh Rp18.878.284,57. Nilai tambah agroindustri tempe mendoan di Kabupaten Banyumas Rp15.589,24 dan rasio nilai tambah 49,40%. Artinya nilai tambah agroindustri tempe mendoan di Kabupaten Banyumas bernilai positif karena >0 dan termasuk dalam kategori tinggi karena rasio nilai tambah >40%, hal ini menunjukan proses pengolahan tempe mendoan mampu memberikan kontribusi yang signifikan melalui aktivitas produksi.

Kata kunci: Agroindustri, Banyumas, kedelai, nilai tambah, tempe mendoan