Bawang
merah merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi
tinggi. Penggunaan umbi sebagai bahan tanam berpotensi membawa penyakit bagi
tanaman karena cenderung basah. True Shallot Seed (TSS) dapat digunakan sebagai
alternatif bahan tanam. Namun TSS memerlukan waktu budidaya yang lebih lama dan
umumnya menghasilkan umbi dengan diameter yang lebih kecil. Upaya untuk
meningkatkan produktivitas bawang merah asal biji TSS dapat dilakukan dengan
mengaplikasikan ekstrak rebung karena mengandung giberelin serta melakukan
pengaturan jarak tanam untuk memaksimalkan produktivitas lahan. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak rebung, jarak tanam, atau
kombinasi perlakuan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten
Karanganyar sebagai lokasi penanaman dan Laboratorium Ekologi dan Manajemen
Produksi Tanaman sebagai tempat pengukuran hasil pada bulan Juli-November 2024.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor
yaitu konsentrasi ekstrak rebung (0, 20 , 40 , dan 60 ml.L-1) dan
jarak tanam (20×10 dan 10×10 cm). Data dianalisis dengan analisis ragam taraf
signifikansi 95% dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf
signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 10×10 cm mampu
meningkatkan tinggi tanaman, bobot umbi kering per petak, dan bobot umbi kering
per hektar.