Perubahan iklim menjadi tantangan bagi sektor pertanian, ditandai dengan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi. Salah satu peyebabnya yaitu deforestasi, seperti pembakaran hutan, penebangan liar, dan alih fungsi lahan yang juga berdampak pada keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Agroforestri menjadi solusi masalah tersebut. Tanaman yang ditanam yaitu kedelai karena termasuk C3 yang toleran nungan dan mampu bersimbiosis dengan Rhizobium sehingga cocok untuk sistem agroforestri. Namun, kondisi pada sistem agroforestri yang lembab memicu perkembangan penyakit, salah satunya hawar daun. Biochar arang sekam menjadi alternatif untuk menekan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan kedelai. Aplikasi biochar dilaporkan mampu memperbaiki sifat tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, dan mengendalikan penyakit, meskipun umumnya dilakukan pada sistem monokultur. Penelitian mengenai aplikasi biochar dalam agroforestri, terutama terhadap hawar daun kedelai dan beberapa varietasnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis biochar dan respons beberapa varietas kedelai terhadap peningkatan pertumbuhan dan pengendalian hawar daun dalam sistem agroforestri mahoni.
Penelitian lapangan dilakukan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Alas Bromo yang terletak di Jl. Derpoyudo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar pada bulan April-Juli 2024. Penelitian laboratorium dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UNS. Penelitian pada lahan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) metode split plot yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Dua faktor perlakuan, yaitu dosis aplikasi biochar sebagai main plot dan varietas sebagai sub plot. Aplikasi biochar dengan 3 taraf, antara lain tanpa aplikasi biochar atau kontrol (B0), dosis 10 t.ha-1 (B1), dan dosis 30 t.ha-1 (B2). Varietas yang digunakan yaitu Grobogan (V1), Anjasmoro (V2), Dena-1 (V3), dan Dena-2 (V4).
Hasil penelitian menunjukan perlakuan dosis aplikasi biochar tidak berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan maupun pengendalian hawar daun kedelai dalam sistem agroforestri mahoni, meskipun terdapat tren positif pada dosis 30 t.ha-1. Empat varietas kedelai (Grobogan, Anjasmoro, Dena-1, Dena-2) tidak berbeda nyata dalam ketahanan terhadap penyakit maupun peningkatan pertumbuhan, meskipun Dena-2 memiliki performa yang lebih baik secara deskriptif. Tidak terdapat interaksi signifikan antara dosis biochar dan varietas kedelai, menandakan bahwa respons tanaman terhadap biochar bersifat umum dan tidak tergantung varietas tertentu pada sistem agroforestri mahoni.