Abstrak
Efektivitas Perlakuan Awal Plasma Dingin Atmosferik Terhadap Karakteristik Pengeringan, Senyawa Bioaktif, Dan Aktivitas Antioksidan Pada Bunga Telang
Oleh :
Asyfina Syifa Dhialhusna - H0921017 - Fak. Pertanian
Bunga telang biru kelopak tunggal (Clitoria ternatea L. var. caerulea)
dikenal sebagai komoditas yang umum dikonsumsi masyarakat karena mengandung
banyak senyawa bioaktif seperti antosianin, flavonoid, fenolik, serta tanin.
Ketersediaan senyawa bioaktif ini, sering kali belum terekstrak secara optimal
karena terperangkap dalam struktur seluler tanaman. Oleh karena itu, penelitian
ini terfokus pada aplikasi perlakuan awal plasma dingin dielectric barrier
discharge sebagai metode yang cukup efisien untuk mengoptimalkan ekstraksi
senyawa bioaktif, serta meningkatkan kemampuan antioksidannya, sekaligus
memperbaiki efisiensi pengeringan bunga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas perlakuan awal plasma dingin DBD dengan variasi
tegangan terhadap pengeringan, hasil ekstraksi senyawa bioaktif, serta
aktivitas antioksidan. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
satu faktor berupa lima variasi tegangan : kontrol kering (tanpa perlakuan), 3 kV,
5 kV, 7 kV, dan 9 kV yang dianalisis sebanyak 2 kali ulangan, kemudian data
diolah menggunakan one-way Anova dengan taraf signifikansi (α = 0,05),
diikuti uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada perangkat lunak IBM Statistics 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan plasma dingin secara efektif
meningkatkan laju pengeringan dengan laju tertinggi pada tegangan 9 kV (1,07% MC
wb/menit pada menit ke-10) dan lebih cepat penguapan kadar air jika
dibandingkan dengan kontrol. Begitu juga dengan hasil ekstraksi antosianin,
flavonoid, dan fenolik secara berurutan meningkat sebesar 45,10%; 44,70%; 70,04?ri kontrol. Namun, menurunkan kadar tanin hingga 41,56%. Perlakuan plasma
dingin juga terbukti meningkatkan aktivitas antioksidan dalam metode DPPH,
ABTS, dan FRAP. Disimpulkan bahwa, perlakuan awal plasma dingin meningkatkan
laju pengeringan, senyawa bioaktif (antosianin, flavonoid, dan fenolik), serta
aktivitas antioksidan, namun menurunkan tanin.