Abstrak


Analisis Dampak Ekonomi Penerapan Standar dengan Metode Economic Benefit Standard (Studi Kasus: PT XYZ)


Oleh :
Aldila Hindun Assifa - I0319009 - Fak. Teknik

Pasar produk berbasis mikroalga mencapai $1547 juta dan diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2028. Hingga saat ini, mikroalga untuk pangan yang diakui sebagai food grade yaitu  spirulina dan chlorella. Di antara mikroalga, Spirulina (Arthrospira) adalah salah satu spesies yang paling menjanjikan, karena kandungan fitokimia yang sangat bagus. PT XYZ merupakan perusahaan spirulina air tawar di Indonesia yang memproduksi berbagai produk dari spirulina. Produk yang dihasilkan antara lain masker wajah, kopi bubuk, suplemen, snack, dan produk pakan untuk nutrisi ikan. Dalam melakukan proses produksi, PT XYZ memutuskan untuk melakukan sertifikasi-sertifikasi tersebut untuk memberikan kepastian kepada konsumen bahwa produk diproses sesuai standar, aman dikonsumsi, dan guna memperluas pasar hingga ke internasional. Standar yang diterapkan yaitu sertifikasi halal, sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), BPOM, sertifikasi ISO 22000: 2018, ISO 9001:2015, dan sertifikasi FDA (Food and Drug Administration). Pengukuran dilakukan untuk mengukur manfaat ekonomi penerapan standar menggunakan metode Economic Benefit Standard ISO Methodology serta menilai kelayakan penerapan standar berdasarkan perhitungan Benefit Cost Ratio di PT XYZ. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total manfaat ekonomi tahunan dari penerapan standar mencapai Rp955.929.408,00, dengan nilai bersih setelah pajak sebesar Rp716.947.056,00. Selain itu, diperoleh nilai B/C ratio sebesar 5,58 sehingga penerapan standar di PT XYZ dapat disimpulkan sebagai layak dan menguntungkan secara ekonomi.