Abstrak


Formulasi Sediaan Bahan Alam Nanoserum Anti-Aging dari Ekstrak Metanolik Terpurifikasi Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dan Evaluasi Mutu Sediaan


Oleh :
Rizqon Farisi - M0621040 - Fak. MIPA

Paparan sinar ultraviolet dan stres oksidatif memicu akumulasi radikal bebas yang merusak struktur kolagen kulit dan mempercepat penuaan dini. Tumbuhan pegagan (Centella asiatica L). kaya akan triterpenoid seperti asiatikosida yang berperan sebagai antioksidan alami. Namun, bioavailabilitas topikalnya terbatas akibat berat molekul tinggi dan kelarutan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak terpurifikasi daun pegagan menjadi nanoserum untuk meningkatkan penetrasi dan efektivitas antioksidan.Nanoserum ekstrak terpurifikasi daun pegagan dibuat dengan metode high-shear homogenizer (10.000 rpm, 20 menit) dan ultrasonication (30 menit), kemudian dicampurkan ke basis pengental xanthan gum. Evaluasi mutu meliputi sifat fisikokimia (pH, viskositas, persen transmitansi, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas/PDI); aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (λ 516 nm); serta uji iritasi (Primary Irritation Index/PII) pada 15 sukarelawan. Data dianalisis secara statistik (uji normalitas Shapiro-Wilk, homogenitas Levene, dan One-Way ANOVA/Kruskal-Wallis) dengan signifikansi p<0> Ketiga formula memenuhi persyaratan pH (5,61–6,32) dan viskositas serum (337–484 cP). Formula F3 (0,5%) memberikan transmitansi tertinggi (92,47 ± 0,15%), ukuran partikel rata-rata 133,57 ± 0,85 nm, dan PDI 0,246 ± 0,0066, mengindikasikan stabilitas sistem nanoemulsi. Aktivitas antioksidan F1, F2, dan F3 berturut-turut termasuk kategori sedang (IC50 123,44 ppm), kuat (85,43 ppm), dan kuat (77,61 ppm) serta serum komersial kategori kuat (IC50 88,71 ppm). Seluruh formula tidak menimbulkan iritasi (PII = 0). Konsentrasi ekstrak terpurifikasi berpengaruh signifikan terhadap sifat fisikokimia dengan konsentrasi ≥0,25% menghasilkan aktivitas antioksidan kuat dan aman untuk kulit.