Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh prosedur denda untuk mengurangi perilaku agresif peserta didik tunarungu di SDLB B YRTRW Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) A-B-A. Subjek penelitian adalah satu peserta didik tunarungu kelas II D yang memiliki perilaku agresif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, dengan instrumen panduan observasi. Teknik validitas instrumen menggunakan validitas isi yang diuji dengan rumus Aiken’s V dan diperoleh hasil koefisien tinggi, 0,92. Reliabilitas menggunakan inter-rater yang diuji dengan interclass Correlation Coefficient (ICC) diperoleh hasil 0,989. Teknik analisis menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil dari penelitian menunjukkan penurunan mean level fase baseline 1 ke intervensi yaitu 6 ke 2,2 dan peningkatan mean level pada fase baseline 2 menjadi 3. Kondisi overlap data pada fase baseline 1 (A1) dengan intervensi (B) menunjukkan data frekuensi fase intervensi tidak berada pada rentang batas atas dan bawah data baseline 1 (A1) serta fase intervensi (B) dengan fase baseline 2 (A2) menunjukkan data frekuensi fase baseline 2 (A2) tidak berada pada rentang batas atas dan batas bawah data intervensi (B). Perolehan persentase overlap A1/B dan B/A2 sebesar 0%. Kesimpulan penelitian ini adalah prosedur denda berpengaruh untuk mengurangi perilaku agresif peserta didik tunarungu di SDL B YRTRW Surakarta.