Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan aplikasi Identitas Kependudukan
Digital (IKD) serta membandingkan IKD dengan Dukcapil Dalam Genggaman (DDG)
dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kota Surakarta, karena kedua
aplikasi ini digunakan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKD telah
berkembang dari versi 1.0 yang hanya memuat KTP-el dan KK digital menjadi versi
11.0 dengan fitur login biometrik dan pengajuan layanan adminduk. Capaian
aktivasi IKD di Kota Surakarta sebesar 24,68?n belum mencapai target
nasional yaitu 30%. Perbandingan antara IKD dan DDG dalam pelayanan
administrasi kependudukan menggunakan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness,
assurance, dan empathy. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua aplikasi
memiliki keunggulan masing-masing. IKD unggul dalam reliability dan assurance,
sedangkan DDG lebih unggul dalam tangibles
dan empathy. Pada dimensi responsiveness, keduanya dinilai setara.
IKD menunjukkan perkembangan signifikan dari segi fitur dan tampilan. IKD dan
DDG merupakan dua inovasi digital yang berjalan berdampingan dan saling melengkapi
dalam mendukung transformasi layanan administrasi kependudukan di Kota
Surakarta.