Abstrak


Pengembangan Komoditas Unggulan Berdasarkan Evaluasi Kesesuaian Lahan di Kecamatan Mojogedang


Oleh :
Aurelianetta Girda Neysamora - H0220013 - Fak. Pertanian

PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN BERDASARKAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DI KECAMATAN MOJOGEDANG. Skripsi: Aurelianetta Girda Neysamora (H0220013). Pembimbing: Mujiyo, Aktavia Herawati. Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret – Surakarta.

Kecamatan Mojogedang memiliki komoditas pertanian yang banyak dikembangkan oleh pelaku usahatani namun produktivitasnya belum maksimal sehingga perlu upaya rekomendasi pengembangan untuk memaksimalkan produktivitas komoditas durian, kopi robusta, cengkeh, tebu, dan alpukat di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk kelima komoditas dan memberikan rekomendasi pengembangan komoditas unggulan. Metode yang digunakan deskriptif eksploratif dengan pendekatan survei lapangan dan hasil analisis laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan penggunaan lahan, jenis tanah, dan kemiringan lereng. Sebanyak 14 SPL dengan masing-masing 3 ulangan dengan total 42 titik sampel. Parameter kelas kesesuaian lahan yang digunakan adalah temperature, curah hujan, kelembaban, drainase, tekstur, fraksi kasar, kedalaman tanah, KTK, kejenuhan basa, pH, C-Organik, N total, P2O5, K2O, salinitas, kemiringan lereng, bahaya erosi, bahaya banjir, batuan permukaan, dan batuan singkapan. Matching data dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan terhadap komoditas durian, kopi robusta, tebu, cengkeh, dan alpukat. Analisis statistik yang dilakukan adalah ANOVA (Analysis of Variance) untuk mengkaji sumber keragaman yang berpengaruh terhadap kelas kesesuaian lahan, Selanjutnya apabila berpengaruh nyata maka dilakukan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) untuk mengetahui sumber keragaman dengan kelas kesesuaian lahan yang terbaik. Uji Pearson’s Correlation untuk mengetahui hubungan antar parameter kelas kesesuaian lahan. Semua analisis statistik dilakukan menggunakan software Statistical Product and Service Solutions (SPSS).

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kelas kesesuaian lahan  untuk komoditas durian, kopi robusta, cengkeh, dan alpukat pada Satuan Peta Lahan (SPL) 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, dan 11 memiliki kelas S3 dengan luasan 623,2 ha dan pada SPL 5, 12, 13 dan 14 memiliki kelas N dengan luasan 142,704 ha. Kelas kesesuaian lahan aktual komoditas tebu pada SPL 1, 2, 6, 7, 8, dan 9 memiliki kelas S3 dengan luasan 359,177 ha dan pada SPL 3, 4, 5, 10, 11, 12, 13, dan 14 memiliki kelas N dengan luasan 406,727 ha. Faktor pembatas yang mendominasi adalah retensi hara (nr) dikarenakan C-organik yang rendah dan hara tersedia (na) terutama P tersedia dan K tersedia tanah yang rendah. Lebih lanjut, hasil Anova kelas kesesuaian lahan terhadap sumber keragaman menunjukkan bahwa faktor penentu kelas kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng dengan menunjukkan nilai yang signifikan. Kemiringan lereng menjadi faktor penentu kelas kesesuaian lahan dikarenakan adanya perbedaan tingkat kemiringan lereng menyebabkan hilangnya unsur hara, menurunnya kesuburan tanah, dan menyebabkan erosi sehingga dapat mempengaruhi kelas kesesuaian lahan. Uji korelasi antar parameter menunjukkan setiap parameter memiliki korelasi yang signifikan baik positif maupun negatif terhadap parameter lainnya. Hal ini menujukkan bahwa setiap parameter memiliki pengaruh terhadap parameter lainnya yang menjadi faktor pembatas dalam kelas kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil kelas kesesuaian lahan didapatkan faktor pembatas yang perlu diberikan upaya atau rekomendasi perbaikan  untuk pengembangan komoditas unggulan. Lahan dengan faktor pembatas menunjukkan bahwa tanah di Kecamatan Mojogedang  drainase kurang baik, C-organik rendah, kandungan P dan K tersedia rendah. Beberapa SPL juga menunjukkan bahwa KB rendah, kedalaman tanah yang dangkal dan adanya risiko bahaya erosi terutama pada SPL 5 dan 14. Beberapa SPL dengan kelas kesesuaian lahan N atau tidak sesuai, tidak dilakukan upaya perbaikan. Hal ini dikarenakan dengan beratnya faktor pembatas dan membutuhkan tingkat perbaikan yang berat serta adanya faktor pembatas lainnya. Pemberian rekomendasi perbaikan disesuaikan dengan kualitas lahannya. Secara umum, Kecamatan Mojogedang memiliki potensi pengembangan terhadap komoditas durian, kopi robusta, tebu, cengkeh, dan alpukat, namun pada beberapa SPL dengan kemiringan lereng yang curam dan bahaya erosi yang tinggi kurang cocok untuk digunakan dalam pengembangan kelima komoditas tersebut, terutama pada komoditas tebu.