Abstrak


Pengaruh Berbagai Takaran Pupuk N, P, K, Ca terhadap Serapan Hara, Protein, Gula Reduksi, dan Hasil Jagung Manis


Oleh :
Dyah Ajeng Kartika Wulandari - H0220025 - Fak. Pertanian

Produksi jagung manis di Indonesia masih relatif rendah padahal potensi produksinya tinggi. Diperlukan upaya peningkatan produksi dan kualitas biji jagung manis dengan pemupukan N, P, K, diimbangi dengan Ca yang mendukung aspek fisiologi dan biokimia tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perbedaan takaran pupuk N, P, K, Ca terhadap serapan hara, protein, gula reduksi, dan komponen hasil jagung, serta memperoleh dosis optimum yang meningkatkan hasil dengan meminimalisir penggunaan pupuk. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga September 2023 di Desa Sidokerto, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu kontrol (A); NPK rekomendasi (B); ¼ NPK + 1 Ca (C); ½ NPK + 1 Ca (D); ¾ NPK + 1 Ca (E); 1 NPK + 1 Ca (F); ¾ NPK + ¼ Ca (G); ¾ NPK + ½ Ca (H); ¾ NPK + ¾ Ca (I). NPK rekomendasi terdiri dari Urea 350 kg/ha; SP-20 200 kg/ha; KCl 75 kg/ha, sedangkan 1 dosis pupuk cair Ca adalah 10 L/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ¾ NPK + ¼ Ca (Urea 262,5 kg/ha, SP-20 150 kg/ha, KCl 56,25 kg/ha, Ca cair 2,5 l/ha) mampu meningkatkan serapan N, P, K, dan Ca hingga 464,3%, 157,1%, 135,92%, dan 120%, secara berturut-turut, protein (21,14%), panjang tongkol (138,54%), diameter tongkol (75,80%), berat tongkol berkelobot (510,87%), dan berat tongkol tanpa kelobot (584,85%) dibandingkan dengan kontrol (A), juga mampu meningkatkan serapan N, P, K, dan Ca hingga 21,2%, 20%, 30,65%, dan 29,8%, secara berturut-turut, protein (4,34%), panjang tongkol (10%), diameter tongkol (9,05%), berat tongkol berkelobot (15,64%), dan berat tongkol tanpa kelobot (20,21%), serta menurunkan gula reduksi hingga 45,38% dibandingkan dengan kontrol dan 19,88% dibandingkan dengan NPK rekomendasi.