Abstrak


Pengaruh Cekaman Air dan Dosis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.)


Oleh :
Azkya Sabrina Fahma - H0721029 - Fak. Pertanian

Padi merupakan bahan utama pangan sebagian besar masyarakat di Indonesia. Ketersediaan beras belum mencukup konsumsi masyarakat di Indonesia sehingga perlu dilakukan intensifikasi lahan suboptimal. Tantangan budidaya padi di lahan suboptimal mencakup cekaman air dan ketersediaan unsur hara rendah. Padi gogo merupakan pilihan menghadapi keterbatasan sumber daya air di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 – Maret 2025 di lahan percobaan Rumah kaca Laboratorium Jumantono Fakultas Pertanian UNS. Pengamatan di Laboratorium Penguji Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Yogyakarta, Laboratorium Ekologi dan Manajemen Porduksi Tanaman, dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah di Fakultas Pertanian UNS. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor. Faktor pertama yaitu cekaman air (Kapasitas lapangan/KL, ¾, ½, dan ¼ KL) dan faktor kedua yaitu dosis pupuk organik (0, 10, 20, dan 30 ton.ha-1). Data hasil pengamatan dianalisis ragam (ANOVA) dengan uji F taraf 5%, apabila signifikan dilanjutkan dengan uji beda nyata yaitu DMRT (Duncan's Multiple Range Test) taraf 5% serta apabila analisis kedua faktor signifikan dilanjutkan dengan uji regresi. Interaksi antara cekaman air dan dosis pupuk organik hanya terjadi pada jumlah gabah per rumpun. Ketersediaan air dari kapasitas lapangan hingga 1/4 KL tidak memengaruhi seluruh variabel pengamatan baik pertumbuhan maupun hasil. Pemberian dosis pupuk organik 10 ton.ha-1 memengaruhi variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, dan jumlah malai per rumpun.