Abstrak


Strategi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Keterampilan Collaboration dan Creative Thinking pada Pembelajaran Sosiologi Kurikulum Merdeka


Oleh :
Luthfiyah An Nisa - K8421025 - Fak. KIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang diterapkan guru masih menggunakan metode konvensional, hal tersebut mengakibatkan terhambatnya peningkatan keterampilan kolaborasi dan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam mewujudkan keterampilan kolaborasi dan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran sosiologi kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yang diambil dalam penelitian ini yaitu peserta didik dan guru sosiologi, hasil wawancara yang diperoleh peneliti yaitu hasil wawancara dengan guru, peserta didik, dan hasil observasi dengan melakukan terjun lapangan untuk mengamati proses pembelajaran. Data primer diperoleh dari 3 peserta didik SMAN 1 Karanganyar kelas X dan 2 guru sosiologi SMAN 1 Karanganyar. Sumber data sekunder menggunakan dokumen seperti modul ajar, hasil karya peserta didik, dan artikel terkait. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling. Peneliti menggunakan observasi tipe pasif partisipan dalam pengumpulan data. Dalam teknik uji validitas data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model Miles dan Huberman, terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir kreatif peserta didik adalah menggunakan model pembelajaran problem based learning dan project based learning dengan aktivitas pembelajaran seperti pembuatan mading, infografis, makalah, dan pemberian studi kasus. Penerapan model pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang diberikan guru telah menerapkan konsep-konsep yang sesuai dengan teori ZPD yakni kegiatan diskusi dengan rekannya serta pemberian bantuan dari guru dan sesama temannya dimana Vygotsky meyakini bahwa individu akan mengonstruk pengetahuannya secara mandiri dalam konteks hubungan individu tersebut.