Abstrak
Pengaruh Keberadaan Rayap Terhadap Daya Lolos Air Dalam Tanah Pada Lahan Alas Bromo, Karanganyar
Oleh :
Janedea Puja Lies Anggraini - H0221065 - Fak. Pertanian
Rayap dikenal luas sebagai hama perusak bahan bangunan, tetapi di sisi lain berperan penting sebagai dekomposer yang bermanfaat bagi lingkungan dengan menguraikan sisa kayu, serasah, dan humus guna meningkatkan bahan organik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan rayap terhadap sifat fisik tanah—meliputi laju infiltrasi, permeabilitas, dan kapilaritas—serta menganalisis hubungan antarvariabel sifat fisik tanah tersebut. Penelitian dilaksanakan di Alas Bromo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Januari hingga November 2024 menggunakan metode deskriptif eksploratif. Penentuan titik pengamatan dilakukan secara stratified purposive sampling pada 6 jenis tegakan dengan kelas kemiringan lahan 8–15%. Keberadaan rayap dinilai berdasarkan tingkat kelas kerusakan serta indeks keanekaragaman jenis. Pengukuran infiltrasi tanah menggunakan double-ring infiltrometer, permeabilitas dengan constant head method, dan kapilaritas tanah dengan metode tabung uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan rayap di dalam tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Uji ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan terhadap infiltrasi dan permeabilitas tanah, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kapilaritas tanah. Uji lanjut DMRT menunjukkan nilai laju infiltrasi tertinggi terdapat pada tingkat kerusakan 5 (19,93 mm/jam) dan terendah pada tingkat kerusakan 1 (15,09 mm/jam). Demikian pula pada permeabilitas tanah, nilai tertinggi tercatat pada tingkat kerusakan 5 (1,29 cm/jam) dan terendah pada tingkat kerusakan 1 (0,66 cm/jam), yang keduanya tergolong ke dalam kelas agak lambat. Analisis korelasi menunjukkan bahwa permeabilitas tanah berkorelasi positif dengan kapilaritas, laju infiltrasi, bahan organik, dan porositas tanah. Laju infiltrasi berkorelasi positif dengan kapilaritas, bahan organik, dan porositas tanah. Sementara itu, kapilaritas tanah berkorelasi negatif terhadap bahan organik dan porositas tanah.