Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang memicu peningkatan ROS sehingga terjadi kerusakan sel-sel tubuh terutama hepar. Kerusakan hepar ditandai dengan peningkatan SGPT. Ekstrak jahe merah mengandung senyawa polifenol dan kurkumin pada kunyit memiliki aktivitas antioksidan sebagai penstabil ROS. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak jahe merah dan kunyit terhadap kadar SGPT tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan sukrosa.</p>
Penelitian ini menggunakan metode pre-test dan post-test control group design. Hewan uji dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok normal; kontrol positif (Metformin 100 mg/kgBB tikus); dosis 1 (jahe merah 50 mg/kgBB tikus dan kunyit 150 mg/kgBB tikus); dan dosis 2 (jahe merah 100 mg/kgBB tikus dan kunyit 300 mg/kgBB tikus). Analisis kadar SGPT dilakukan metode enzimatik fotometik. Data yang diperoleh dilakukan analisis statistik menggunakan software IBM SPSS Satistic 26 dengan uji Normalitas, Kruskal-Wallis dan Post Hoc Mann Whitney.</p>
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis 1 (jahe merah 50 mg/kgBB tikus dan kunyit 150 mg/kgBB tikus) dan kombinasi dosis 2 (jahe merah 100 mg/kgBB tikus dan kunyit 300 mg/kgBB tikus) menunjukkan hasil signifikan dengan kedua kelompok memiliki nilai p value 0,019. Hal tersebut menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak jahe merah dan kunyit memiliki pengaruh terhadap penghambatan kenaikan kadar SGPT tikus.</p>