Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada
divisi Production Planning and Inventory Control (PPIC) dalam
pengelolaan buffer stock di PT Kharisma Parwitex. Ketiadaan SOP
pengelolaan buffer stock menyebabkan terjadinya stockout dan overstock
yang mengganggu operasional. Selain itu, koordinasi antar divisi juga belum
optimal.
Langkah
penelitian ini adalah menganalisis kondisi aktual perusahaan dengan teori dan
praktik terbaik dalam manajemen persediaan. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Data diperoleh dari divisi PPIC, Gudang, Marketing, dan
HRD.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan masih bergantung pada
pengalaman individu, bukan data sistematis. Hal ini menurunkan efisiensi
operasional dan meningkatkan risiko kesalahan. Dibutuhkan SOP yang terintegrasi
untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan memperbaiki
koordinasi antar divisi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah diharapkan bahwa adanya SOP berupa flowchart yang jelas dan terstruktur dapat meningkatkan perencanaan persediaan, mengurangi risiko stockout dan overstock, serta meningkatkan efisiensi kerja. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar SOP diterapkan secara konsisten, dilakukan pelatihan bagi staf terkait, serta evaluasi rutin untuk memastikan SOP dijalankan dengan optimal.