Studi pengaruh penambahan P2O5 terhadap sifat termal, fisik, optik, dan 
 
perisai radiasi gama pada sistem kaca bismut borat timbal telah berhasil dilakukan 
 
Kaca dengan komposisi 60Bi2O3-(20-x)PbO-20B2O3-xP2O5 (x = 0; 0.25; 0.5; 0.75; 
 
1; 1.25; 1.5 % mol) difabrikasi pada suhu 950˚C. Kaca dikonfirmasi bersifat amorf 
 
melalui uji XRD dan memiliki gugus fungsi BiO6, BO3 dan BO4 pada daerah 670, 
 
800 dan 1100 cm-1 berdasarkan hasil uji FTIR. Pada kaca diperoleh penurunan nilai 
 
densitas (7,408-6,952 gram/cm3) disebabkan subtitusi parsial antara PbO dengan 
 
P2O5. Serapan optik kaca diperoleh dengan UV-Vis spektrofotometer pada rentang 
 
200-1100 nm. Hasil menunjukan penambahan P2O5 menyebabkan UV-edge 
 
mengalami blue-shifting sehingga nilai energi band gap kaca meningkat (2,619 
 
2,653 eV). Indeks bias kaca diuji menggunakan metode sudut Brewster 
 
diperlihatkan terjadi penurunan (2,09-1,84). Uji termal kaca dilakukan pada rentang 
 
25-600˚C dengan heating rate 10˚C/menit dan melaporkan kestabilan termal kaca 
 
(ΔT) menurun dari 38˚C-36˚C. Sifat perisai radiasi kaca diperoleh dengan 
 
pendekatan simulasi Phy-X/psd serta X-COM dan eksperimen menggunakan 
 
Geiger Muller. Berdasarkan kedua hasil pendekatan, diperlihatkan nilai Linear 
 
Attenuation Coefficient (LAC) mengalami penurunan, sementara itu nilai Half 
 
Value Layer (HVL), Tenth Value Layer (TVL), dan Mean Free Path (MFP) 
 
mengalami peningkatan mengindikasikan penurunan kemampuan kaca sebagai 
 
perisai radiasi. Selain itu, kurva Exposure Build Up Factor (EBF) memperlihatkan 
 
puncak serapan pada K-edge bismut. Secara keseluruhan, penambahan P₂O₅ 
 
menurunkan densitas serta kemampuan perisai radiasi, namun parameter perisai 
 
radiasi yang diperoleh tetap lebih tinggi dibandingkan kaca perisai radiasi 
 
komersial. Peningkatan transmitansi optik pada sistem kaca ini juga menunjukkan 
 
potensi sebagai kaca perisai radiasi yang baik. </p>