Abstrak
Efektivitas Pemilihan Spesies Pohon Dalam Pengendalian Polusi Debu Harian PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap Berdasarkan Karakteristik Morfologi
Oleh :
Muhammad Nur Fitriawan - M0821051 - Fak. MIPA
Polusi debu merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering ditemukan
di kawasan industri, termasuk di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap.
Untuk mengendalikan pencemaran tersebut, perusahaan memanfaatkan Ruang
Terbuka Hijau (RTH) sebagai salah satu bentuk upaya ekologis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi efektivitas spesies pohon
dalam mengendalikan polusi debu di Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk, Pabrik Cilacap, berdasarkan karakteristik morfologi.
Metode yang digunakan meliputi pengukuran konsentrasi debu (TSP)
menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) pada 26 titik di dalam dan luar
area pabrik serta analisis kesesuaian morfologi berdasarkan lima kriteria utama:
permukaan daun, bentuk daun, tajuk, sifat evergreen, dan tekstur batang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1.842 pohon dari 49 spesies yang ditanam
di RTH. Dari 13 spesies yang paling mendominasi, empat spesies dikategorikan
sebagai Sangat Sesuai (S) dalam menjerap debu, yaitu Trembesi (Samanea saman),
Johar (Senna siamea), Ilat-ilatan (Ficus callosa), dan Lamtoro (Leucaena
leucocephala). Keempat spesies ini memiliki morfologi yang mendukung seperti
permukaan daun berbulu, tajuk yang lebat, batang kasar, dan bersifat malar hijau.
Pengukuran debu juga menunjukkan penurunan rata-rata sebesar 60,2% pada Area
A dan B tidak semata-mata disebabkan oleh keberadaan vegetasi yang efektif,
melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan operasional, terutama
aktivitas kendaraan alat berat di area sekitar. Penelitian ini merekomendasikan
evaluasi ulang terhadap komposisi vegetasi RTH pada Area C dan D, khususnya
mengganti atau menambahkan pohon yang terbukti efektif menjerap debu, guna
meningkatkan fungsi ekologis RTH dalam mengendalikan polusi partikulat di
kawasan industri.