Abstrak


Pengaruh macam pupuk kandang dan dosis MVA (Mikoriza Vasikular Arbuskular) terhadap pertumbuhan tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan Molkenb) di Tawangmangu


Oleh :
Bany Mukhibin U. - H0105006 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Purwoceng adalah tanaman obat komersial yang dapat digunakan sebagai afrodisiak, diuretik, dan tonik. Tanaman tersebut adalah tumbuhan asli Indonesia. Dewasa ini, populasinya sangat jarang yang disebabkan oleh erosi genetik secara besar-besaran. Berdasarkan tingkat erosinya, purwoceng dikategorikan sebagai spesies yang hampir punah. Untuk menghindari kepunahan, tindakan konservasi harus dikelola dengan baik. Tujuan peneitian ini adalah untuk mendapatkan jenis pupuk kandang dan dosis Mikoriza Vasikular Arbuskular (MVA) yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman purwoceng. Penelitian ini dilakukan di lahan penelitian B2P2TO-OT Tlogodlingo, Tawangmangu dengan ketinggian tempat 1805 mdpl dan suhu udara rata-rata 18 – 22 0C, pada bulan Juli 2009 sampai bulan Januari 2010. Percobaan dilakukan dalam polybag berukuran 30 x 20 cm berisi tanah steril. Dua faktor yang diuji ialah macam pupuk kandang (ayam, kambing, sapi) dan dosis MVA spesies Glomus sp. (0, 5, 10, 15 gram/polybag) dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan macam pupuk kandang dan dosis MVA untuk semua variabel yang diamati. Pada tanah jenis andisol, pupuk kandang sapi lebih sesuai sebagai sumber bahan organik untuk tanaman purwoceng. Aplikasi dosis MVA (Glomus sp.) sampai dengan 10 gram/polybag dapat meningkatkan persentase infeksi MVA pada akar tanaman purwoceng. Kondisi agroklimatologi Tawangmangu cukup sesuai untuk pengembangan purwoceng. Kata kunci: purwoceng, pupuk kandang, MVA (Mikoriza Vasikular Arbuskular) ABSTRACT Purwoceng is a commercial medical plant used as aphrodisiac, diuretic, and tonic. This plant was indigenous of Indonesian plant. Recently the population was getting rare because of high genetic erosion. Based on the erosion level, the purwoceng was categorized as endangered species. In order to prevent from extinction, the conservation has to be done. This research aimed to find out the type of manure and dosage of VAM (Vasicular Arbuscular Mycorhizae) for increasing growth of purwoceng. Experiment was conducted in field of B2P2TO-OT Tlogodlingu, Tawangmangu with altitude 1805 meters above sea level and average temperature 18 – 22 0C , from July 2009 to January 2010. It conducted in polybag sized 30 x 20 cm contained sterilized soil. Two factors studied were type of manure (chicken, goat, cow manure) and dosage VAM species Glomus sp. (0, 5, 10, 15 gram/polybag) and each treatment replicated three times. The experimental design used in this research was Randomized Completely Design. The research result showed that there were no interaction between the type of manure and dosage of VAM to all variables observed. For andisols, type cow manure more suitable as source organic matter to growth of purwoceng. Application dosage MVA until 10 gram/polybag were able to increase percentage of VAM infection on porwoceng root. Agroclimatic condition of Tawangmangu highland is well suited for the development purwoceng plantation area. Keyword: purwoceng, manure, VAM (Vasicular Arbuscular Mycorhizae)