Abstrak


Green Synthesis Nanopartikel Magnetit menggunakan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi. Linn) dan aplikasinya sebagai Antibakteria terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus


Oleh :
Ernawati - M0221034 - Fak. MIPA

Nanopartikel magnetit (Fe3O4) dikembangkan sebagai agen antibakteria berkelanjutan karena sifat magnetik, biokompatibilitas, dan aktivitas antimikroba. Pada penelitian ini, Green synthesis Magnetite (Fe3O4) menggunakan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi. Linn)  dengan metode sol-gel telah berhasil dilakukan pada variasi suhu sintesis (65°C, 75°C, 85°C, 95°C ) dan variasi suhu annealing (300°C, 400°C, 500°C, 600°C). Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) mengkonfirmasi struktur kubik terpusat muka (FCC, grup ruang *Fd-3m*) sesuai data ICDD #88-0315.  Ukuran kristalit meningkat seiring suhu, dari 29,21 nm (65°C ) menjadi 35,86 nm (95°C) dan dari 8,96 nm (300°C) menjadi 30,05 nm nm (600°C) pada annealing. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan pita serapan Fe-O pada 410 cm-1 dan 580 cm-1 mengindikasikan stabilnya fase magnetit. Karakterisasi Vibrating Sample Magnetometer (VSM) mengungkapkan peningkatan magnetisasi dari 6,52 emu/gr nm (300°C) menjadi 40,01 emu/gr nm (600°C), menunjukkan pengaruh suhu annealing terhadap ordering magnetik. Uji antibakteria terhadap Eschericia coli dan Stahylococcus aureus menunjukkan zona hambat masing-masing tertinggi ±13,3 mm dan ±12,3 mm membuktikan potensi aplikasinya sebagai material antimikroba ramah lingkungan.