;

Abstrak


Terapi Eksosom Platelet Rich Plasma (PRP) Pada Mencit Model Alopesi Androgenetik(Kajian terhadap ekspresi β-katenin dan densitas folikel rambut)


Oleh :
Trya Oktaviani - S202202004 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Alopesia androgenetik (AAG) adalah bentuk kebotakan dengan pola khas yang sering dialami laki-laki dan dapat menurunkan kualitas hidup. Patogenesisnya melibatkan androgen, faktor genetik, dan lingkungan. Minoksidil sebagai terapi standar masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan karena efek terbatas dan membutuhkan penggunaan jangka panjang. Platelet-rich plasma (PRP) merupakan salah satu modalitas terapi pada berbagai kelainan kerontokan rambut, namun penggunaan PRP yang berasal dari eksosom pada kerontokan rambut masih jarang untuk diteliti. Kandungan faktor pertumbuhan dan berbagai senyawa penting lainnya pada eksosom PRP serta ukuran eksosom yang relatif kecil dapat memudahkan distribusi senyawa penting ini guna mendukung pertumbuhan rambut yang optimal. Eksosom PRP dapat meningkatkan densitas folikel rambut dan memodulasi jalur β-katenin yang berhubungan dengan proliferasi sel folikel. Oleh karena itu, analisis terhadap efek eksosom PRP pada ekspresi β-katenin dan densitas folikel rambut penting sebagai dasar pengembangan terapi AAG yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo dengan desain post-test only with control group. Subjek penelitian 28 mencit galur C57BL/6 dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif (KN) tanpa diberikan perlakuan, kelompok kontrol positif (KP) diberikan monoterapi minoksidil 5%, kelompok perlakuan 1 (P1) diberikan monoterapi eksosom PRP dan kelompok perlakuan 2 (P2) diberikan kombinasi eksosom PRP dan minoksidil 5%. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan ekspresi β-katenin dan densitas folikel rambut. Hasil: Rerata ekspresi β-katenin pada kelompok KN sebesar 4,85 ± 2,66, kelompok KP 6,18 ± 4,59, kelompok P1 sebesar 8,38 ± 4,45 dan pada kelompok P2 sebesar 10,73 ± 3,17 dengan nilai p 0,032. Rerata densitas folikel rambut kelompok KN sebesar 13,43 ± 6,72, kelompok KP 30,74 ± 17,37, kelompok P1 sebesar 33,77 ± 12,46, kelompok P2 sebesar 44,41 ± 24,28 dengan nilai p sebesar 0,012. Kesimpulan: Ekspresi β-katenin pada mencit model AAG yang diberikan terapi kombinasi lebih tinggi dibandingkan monoterapi (eksosom PRP dan minoksidil 5%). Densitas folikel rambut pada mencit model AAG yang diberikan terapi kombinasi eksosom PRP dan minoksidil 5?n monoterapi eksosom PRP lebih tinggi dibandingkan monoterapi minoksidil 5%.