;

Abstrak


Efektivitas pembelajaran kontekstual pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dan soal cerita ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas X (sepuluh) Madrasah Aliyah di kabupaten Bojonegoro


Oleh :
Aning Wulandari - S850908104 - Sekolah Pascasarjana

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar; (2) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar; (3) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dengan pendekatan kontekstual, manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik; (4) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dengan pembelajaran langsung, manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik; (5) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita dengan pendekatan kontekstual, manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik; (6) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita dengan pembelajaran langsung, manakah yang memberikan hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas X (sepuluh) Madrasah Aliyah di Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 39 Madrasah. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 202 siswa yang terbagi atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan angket. Tes berbentuk pilihan ganda yang terdiri atas tes kemampuan menyelesaikan soal aljabar dan tes kemampuan menyelesaikan soal cerita. Sedangkan angket terdiri atas angket gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Instrumen tes dan angket diujicobakan sebelum digunakan untuk pengambilan data. Validitas instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator, reliabilitas tes menggunakan KR-20, reliabilitas angket menggunakan rumus Alpha, daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode Liliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Barlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan  = 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis yang digunakan adalah Analisis Variansi Multivariat dua jalan (Two-way Multivariate Analysis of Variance atau two-way MANOVA). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 15. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa: (1) pada efek pendekatan pembelajaran, H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan efek pendekatan pembelajaran pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dan soal cerita; (2) pada efek gaya belajar, H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan efek gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dan soal cerita; (3) pada interaksi pendekatan pembelajaran dan gaya belajar, H0 diterima, artinya tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dan soal cerita. Adapun hasil uji univariat menunjukkan bahwa; (1) efek pendekatan pembelajaran pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan efek antara pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dengan pembelajaran langsung terhadap kemampuan menyelesaikan soal aljabar; (2) efek pendekatan pembelajaran pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan efek antara pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dengan pembelajaran langsung terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita; (3) efek gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaaan efek gaya belajar terhadap kemampuan menyelesaikan soal aljabar; (4) efek gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, H0 ditolak, artinya terdapat perbedaaan efek gaya belajar terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita. Untuk melihat manakah di antara ketiga gaya belajar tersebut yang secara signifikan memberikan efek paling besar, dilakukan uji post hoc dengan Metode Scheffe; (5) interaksi pendekatan pembelajaran dan gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, H0 diterima, artinya tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan menyelesaikan soal aljabar; dan (6) interaksi pendekatan pembelajaran dan gaya belajar pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, H0 diterima, artinya tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang sama dengan pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar; (2) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, baik secara umum maupun jika ditinjau dari gaya belajar; (3) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dengan pendekatan kontekstual, hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual sama dengan siswa dengan gaya belajar auditori, sama dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik; (4) Pada kemampuan menyelesaikan soal aljabar dengan pembelajaran langsung, hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual sama dengan siswa dengan gaya belajar auditori, sama dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik; (5) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita dengan pendekatan kontekstual, hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik; (6) Pada kemampuan menyelesaikan soal cerita dengan pembelajaran langsung, hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik. ABSTRACT The objectives of research is to find out: (1) in the capability of solving algebraic problems, is contextual learning approach better than direct learning, both generally and viewed from the learning style; (2) in the capability of solving story problems, is contextual learning approach better than direct learning, both generally and viewed from the learning style; (3) in the capability of solving algebraic problems with contextual approach, which one that give better learning achievement, is visual, auditory, or kinesthetic learning styles; (4) in the capability of solving algebraic problems with direct learning, which one that give better learning achievement, is visual, auditory, or kinesthetic learning styles; (5) in the capability of solving story problems with contextual approach, which one that give better learning achievement, is visual, auditory, or kinesthetic learning styles; and (6) in the capability of solving story problems with direct learning, which one that give better learning achievement, is visual, auditory, or kinesthetic learning styles. The population of research includes all X (tenth) grade of Madrasah Aliyah in Regency Bojonegoro as many as 39 Madrasah. The sampling technique used was stratified cluster random sampling, with 202 students as the sample divided into experimental and control groups. The instruments used for collecting data were test and questionnaire. The multiple choice test consists of algebraic item and story item tests. The questionnaire consists of visual, auditory and kinesthetic learning style. The test and questionnaire instruments are trialed before being used for collecting data. The validity of test and questionnaire instruments was tested using validator, the reliability test was used KR-20, questionnaire reliability employed alpha formula, and test discriminant and questionnaire internal consistency uses product moment correlation formula from Karl Pearson. The prerequisite test includes normality test using Liliefors method and homogeneity test using Bartlett method with Chi-square test statistic. At  = 0.05, it can concluded that the sample derives from the population distributed normally and homogenously. The hypothesis test was done using Two-Way Multivariate Analysis of Variance or two-way MANOVA. The data processing was done using SPSS 15 program. The result of multivariate shows that: (1) in the learning approach effect, H0 is not supported, meaning that there is an effect of learning approach on the capability of solving algebraic and story items; (2) in the learning style effect, H0 is not supported, meaning that there is an effect of learning style on the capability of solving algebraic and story items; (3) there is an interaction of learning approach and learning style, H0 is supported meaning that there is an interaction of learning approach and learning style on the capability of solving algebraic and story items. Meanwhile the univariate test result shows that: (1) the effect of learning approach on the capability of solving algebraic item, H0 is supported, meaning that there is no effect difference between learning with contextual approach and direct learning on the capability of solving algebraic item; (2) the effect of learning approach on the capability of solving story item, H0 is not supported, meaning that there is an effect difference between learning with contextual approach and direct learning on the capability of solving story item; (3) the effect of learning style on the capability of solving algebraic item, H0 is supported, meaning that there is no effect difference of learning style on the capability of solving algebraic item; (4) the effect of learning style on the capability of solving story item, H0 is not supported, meaning that there is an effect difference of learning style on the capability of solving story item. For finding which learning style giving the largest effect significantly, the post hoc test was done using Scheffe method; (5) interaction between the learning approach and learning style on the capability of solving algebraic item, H0 is supported, meaning that there is no interaction between learning approach and learning style on the capability of solving algebraic item; and (6) interaction between the learning approach and learning style on the capability of solving story item, H0 is supported, meaning that there is no interaction between learning approach and learning style on the capability of solving story item. Based on the result of hypothesis testing, it can be concluded that: (1) in the capability of solving algebraic problems, contextual approach learning give the same result with direct learning, both generally and viewed from the learning style; (2) in the capability of solving story problems, the contextual approach learning give the better result than the direct learning, both generally and viewed from the learning style; (3) in the capability of solving algebraic problems with contextual approach, the students’ achievement with visual learning style equals to auditory learning style, equals to kinesthetic learning style; (4) in the capability of solving algebraic problems with direct learning, the students’ achievement with visual learning style equals to auditory learning style, equals to kinesthetic learning style; (5) in the capability of solving story problems with contextual approach, the students’ achievement with visual learning style is better than kinesthetic learning style; (6) in the capability of solving story problems with direct learning, the students’ achievement with visual learning style is better than kinesthetic learning style.