Penelitian ini bertujuan untuk 
mengetahui pengaruh suplementasi tepung bawang putih dalam ransum itik Pengging 
jantan. Penelitian berlokasi di Laboratorium lahan Jatikuwung, Karanganyar, 
Jawa Tengah. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 
4 perlakuan dan 8 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri atas 9 ekor itik. 
Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan P0 = ransum basal tanpa penambahan 
tepung bawang putih, pelakuan P1 = ransum basal + tepung bawang putih 0,8%, 
perlakuan P2 = ransum basal + tepung bawang putih 1,6%, dan perlakuan P3 = 
ransum basal + tepung bawang putih 2,4%. Analisis data menggunakan Analysis 
of Variance </i>(ANOVA). Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maupun 
kelompok akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range 
Test </i>(DMRT) yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung bawang putih dalam 
ransum dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot harian, rasio 
efisiensi protein, efisiensi penggunaan ransum, serta menurunkan nilai konversi 
ransum dan mortalitas itik Pengging jantan. Pada taraf 0,8?n 1,6% 
menunjukkan peningkatan pada konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian 
secara nyata (P<0></o></span></a></p>