Abstrak


Inovasi Pembuatan Cokelat Couverture Dengan Penambahan Buah Kering


Oleh :
Rizal Vidiatama - V4022031 - Sekolah Vokasi

Cokelat Couverture merupakan cokelat dengan kualitas tinggi sehingga menghasilkan cokelat yang memberi kilap sempurna dan rasa yang lembut. Cokelat couverture dapat di buat dengan menggunakan bahan: lemak kakao, gula halus, susu bubuk skim, vanili, lecithin, dan soda kue. Guna meningkatkan kandungan gizi pada cokelat couverture, dilakukan penelitian inovasi cokelat couverture dengan penambahan buah kering. Buah jeruk dan stroberi kering memiliki kandungan gizi seperti vitamin C, serat, dan aktifitas antioksidan yang dapat meningkatkan kualitas dari cokelat couverture. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan deskriptif yang menggunakan 5 perlakuan yaitu K (perlakuan kontrol tanpa penambahan buah), J1 (penambahan jeruk kering 5 %(10g)), J2 (penambahan jeruk kering 15% (30g)), S1 (penambahan stroberi kering 5%(10g)), S2 (penambahan stroberi kering 15%(30g)). Semua perlakuan dianalisa kimia dan fisik dengan pengujian vitamin C, kadar lemak, kadar serat, aktifitas antioksidan, tekstur, dan analisis ekonomi. Pengujian kadar vitamin C mendapatkan hasil sebanyak 0,25% - 0,35% untuk perlakuan jeruk kering dan 0,25% - 0,33% untuk stroberi kering. Pengujian kadar lemak mendapatkan hasil sebanyak 30,41% - 38,85% untuk perlakuan jeruk kering dan 33,99% - 38,85% untuk stroberi kering. Pengujian kadar serat mendapatkan hasil sebanyak 9,67% - 24,01% untuk perlakuan jeruk kering dan 9,67% - 15,75% untuk stroberi kering. Pengujian aktifitas antioksidan mendapatkan hasil sebanyak 20,5% - 23,5% untuk perlakua jeruk kering dan 19 % - 23,5% untuk stroberi kering. Kemudian untuk uji tekstur mendapatkan hasil sebanyak 3,56N - 4,58N untuk perlakua jeruk kering dan 2,05N - 4,58N untuk stroberi kering. Berdasarkan analisis kelayakan usaha dengan memproduksi 2.375 pcs/bulan mendapatkan hasil analisis berdasarkan dari setiap perlakuan. Perlakuan K mendapatkan hasil harga jual Rp 16.000 per/pcs, laba bersih Rp5.459.267, BEP unit 790 pcs/bulan, ROI sebelum pajak sebesar 9,2?n sesudah pajak sebesar 9,1%, POT 9,7 bulan Dan, B/C Ratio sebesar 1,16. Perlakuan J1 mendapatkan hasil harga jual Rp 17.000 per/pcs, laba bersih Rp6.745.579, BEP unit 683 pcs/bulan, ROI sebelum pajak sebesar 11,9?n sesudah pajak sebesar 11,9%, POT 8 bulan Dan, B/C Ratio sebesar 1,2.  Perlakuan J2 mendapatkan hasil harga jual Rp 18.000 per/pcs, laba bersih Rp6.944.392, BEP unit 669 pcs/bulan, ROI sebelum pajak sebesar 12,5?n sesudah pajak sebesar 12,5%, POT 8,2 bulan Dan, B/C Ratio sebesar 1,19. Perlakuan S1 mendapatkan hasil harga jual Rp 18.000 per/pcs, laba bersih Rp 6.386.392, BEP unit 710 pcs/bulan, ROI sebelum pajak sebesar 10,8?n sesudah pajak sebesar 10,7%, POT 9 bulan Dan, B/C Ratio sebesar 1,17. Perlakuan S2 mendapatkan hasil harga jual Rp 20.000 per/pcs, laba bersih Rp 6.481.458, BEP unit 1.038 pcs/bulan, ROI sebelum pajak sebesar 9,7?n sesudah pajak sebesar 9,6%, POT 10 bulan Dan, B/C Ratio sebesar 1,15.