Indonesia merupakan negara agraris, dan jagung menjadi komoditas pangan strategis kedua setelah padi. Permintaan jagung terus meningkat, terutama untuk industri pakan ternak. Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Wonogiri, memiliki potensi besar dalam produksi jagung meskipun produktivitasnya masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi enam kultivar jagung hibrida pada lahan kering di Wonogiri guna menentukan kultivar yang paling adaptif, produktif, dan toleran terhadap cekaman lingkungan, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 hingga Maret 2025 di lahan tegalan Dusun Ceper, Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kultivar jagung Pertiwi F1, BISI 18, Pioneer P35, Pioneer P21, Syngenta NK212, dan MPM-1 Lamuru. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Analisis Δ (delta) juga dilakukan dengan membandingkan rata-rata hasil perlakuan terhadap potensi produksi terendah pada beberapa parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Syngenta NK212 dan Pioneer P35 menunjukkan performa paling adaptif pada variabel pertumbuhan dan hasil. Pioneer P21 dan BISI 18 unggul pada variabel tertentu, sedangkan Pertiwi F1 dan MPM-1 Lamuru cenderung kurang adaptif. Di bawah kondisi lingkungan lahan kering, Pioneer P35, Syngenta NK212, dan BISI 18 menunjukkan tingkat adaptabilitas terbaik.</span></p>